Menaker Sebut MagangHub Efektif Tingkatkan Rekrutmen Kerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai Program Magang Nasional atau MagangHub menjadi jalur rekrutmen yang jauh lebih efektif bagi perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja terampil. Saat meninjau pelaksanaan MagangHub di PT Adyawinsa Electrical and Power (AEP), Bekasi, Jawa Barat, ia menegaskan bahwa perusahaan dapat membina sekaligus mengevaluasi kompetensi calon pekerja sebelum memutuskan pengangkatan sebagai karyawan tetap.
Menurut Yassierli, proses pembelajaran langsung di lingkungan kerja memberi perusahaan gambaran yang lebih utuh mengenai kemampuan teknis, kesiapan kerja, dan kecocokan peserta dengan kebutuhan industri. Ia menyebut skema ini sebagai bentuk talent acquisition yang lebih efektif karena proses belajar dan penilaian berlangsung bersamaan.
Dalam kunjungan itu, Yassierli juga berdialog dengan delapan alumni Program Magang Nasional yang kini telah diangkat menjadi pekerja tetap setelah memenuhi standar kompetensi perusahaan. Pihak manajemen PT AEP turut menyampaikan bahwa program tersebut memberi kontribusi positif dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia perusahaan.
Manfaat program ini tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga para lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja. Melalui magang, peserta dapat menambah pengalaman, mengasah keterampilan, dan memperbesar peluang untuk memasuki dunia kerja secara profesional.
Dari sisi hasil pelaksanaan, Kementerian Ketenagakerjaan sebelumnya juga melaporkan capaian positif program ini. Data yang dirilis menunjukkan sekitar 64 persen peserta Magang Nasional mendapat tawaran kerja atau langsung melanjutkan kerja di perusahaan tempat mereka magang, sementara survei lain menunjukkan respons perusahaan dan peserta sama-sama tinggi.
Sinergi dunia usaha dan pendidikan
Keberhasilan program magang dinilai memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Sinergi ini dibutuhkan agar ekosistem ketenagakerjaan lebih selaras dengan perkembangan industri modern dan kebutuhan kompetensi di lapangan.
Yassierli menegaskan bahwa Program Magang Nasional diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan industri akan tenaga kerja kompeten dan talenta muda Indonesia yang siap berkembang. Dengan begitu, produktivitas perusahaan dapat meningkat, sementara lulusan baru memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

