Nokia Catat Pertumbuhan Penjualan 8 Persen di Kuartal II 2026
Nokia melaporkan peningkatan penjualan sebesar 8 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026, didorong terutama oleh permintaan kuat untuk peralatan jaringan IP dan solusi optik di pasar pusat data. Pencapaian ini menunjukkan akselerasi dibandingkan kuartal pertama yang hanya tumbuh 2 persen, menurut laporan Telecompaper.
Meski penjualan meningkat, raksasa teknologi asal Finlandia itu mencatat rugi operasional sebesar 50 juta dolar AS pada periode yang sama. Perusahaan menjelaskan kerugian tersebut terutama berasal dari beban biaya restrukturisasi satu kali yang dijalankan sebagai bagian dari upaya efisiensi global.
Tekanan di segmen tradisional
Penurunan permintaan di pasar telekomunikasi konvensional tercermin pada kinerja divisi Jaringan Tetap (Fixed Networks) Nokia yang mengalami penurunan penjualan sekitar 13 persen. Kontraksi ini terkait pemotongan anggaran infrastruktur oleh operator telekomunikasi dan siklus pelemahan investasi 5G, sebuah tekanan struktural yang juga dialami para pesaing seperti Ericsson.
Sentimen pasar terhadap saham Nokia sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir, lantaran investor mempertanyakan sejauh mana kemitraan kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi 5G mampu menggantikan atau menopang pendapatan dari bisnis telekomunikasi tradisional.
Fokus pada restrukturisasi dan ekspansi AS
Menanggapi kondisi tersebut, manajemen Nokia mempercepat program restrukturisasi global dan meningkatkan kapasitas produksi di Amerika Serikat. Perusahaan menegaskan prospek operasional tahunan tetap tidak berubah, dengan target sedikit peningkatan pada laba operasi yang disesuaikan hingga akhir tahun.
Sumber pertumbuhan baru: optik dan AI
Nokia melihat momentum pertumbuhan terletak pada segmen Jaringan Optik dan solusi berbasis AI. Penjualan pada sektor AI dan komputasi awan dilaporkan sempat melonjak hingga 49 persen pada awal tahun, dengan nilai pesanan mendekati 1 miliar euro. Segmen ini kini menyumbang sekitar 8 persen dari total penjualan grup, memberikan sinyal bahwa diversifikasi produk ke layanan berbasis cloud dan AI mulai memberi kontribusi nyata.
Implikasi ke depan
Jangka pendek: Nokia menghadapi tantangan dari turunnya investasi 5G dan penurunan pasar telekomunikasi tradisional yang dapat menekan pendapatan divisi Fixed Networks.
Jangka menengah: Program restrukturisasi dan peningkatan kapasitas produksi di AS bertujuan memperbaiki margin dan mengurangi biaya operasional, sementara memberi akses lebih baik ke pasar Amerika.
Jangka panjang: Percepatan penjualan pada segmen optik, AI, dan cloud menunjukkan potensi transisi bisnis; keberlanjutan pertumbuhan akan bergantung pada kemampuan Nokia mengonversi pesanan besar menjadi pendapatan berulang dan profitabilitas.
Laporan kuartal II menunjukkan Nokia berhasil membalikkan laju pertumbuhan penjualan dibanding kuartal sebelumnya, namun keuntungan jangka pendek tergerus oleh biaya restrukturisasi. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kemampuan perusahaan memonetisasi prospek AI dan jaringan optik sembari menavigasi penurunan siklus investasi 5G.

