Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Rampung, Siap Sambut Siswa Baru 2026/2027
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap II yang tersebar di 20 wilayah di empat provinsi telah selesai dan kini mulai difungsikan bertepatan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Proyek ini menandai langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas secara merata di berbagai daerah.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata. "Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Penyelesaian tahap II mencakup pembangunan kawasan pendidikan di Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku. Lokasi proyek tersebar di Kabupaten Bone, Sinjai, Takalar, Kota Makassar, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Tual, hingga Kabupaten Maluku Tengah.
Kawasan Sekolah Rakyat dibangun sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup gedung untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta fasilitas pendukung lain seperti rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid dan gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta fasilitas olahraga. Di sejumlah lokasi juga tersedia lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, hingga taman edukasi yang didukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, mengatakan dimulainya kegiatan MPLS menjadi indikator bahwa infrastruktur yang dibangun telah memasuki tahap pemanfaatan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. "Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan.
Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa," ujarnya.
Sebagai BUMN konstruksi yang mengerjakan proyek ini, Nindya Karya menegaskan seluruh pekerjaan diselesaikan dengan mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu. Perseroan juga memastikan seluruh fasilitas telah siap digunakan sejak hari pertama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Manfaat dan Tantangan
Manfaat: Penyediaan fasilitas terpadu diharapkan meningkatkan kualitas proses pembelajaran, mengurangi disparitas akses pendidikan antardaerah, serta mendukung kehidupan guru dan siswa melalui ketersediaan asrama dan hunian tenaga pendidik.
Tantangan: Pemeliharaan jangka panjang, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta kesinambungan program pendukung seperti rekrutmen tenaga pengajar dan pengelolaan operasional menjadi kunci agar fasilitas tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga efektif memberi dampak.
Dengan resmi dimulainya MPLS di kompleks Sekolah Rakyat, pemerintah berharap fasilitas baru ini akan langsung dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses adaptasi siswa, pengenalan lingkungan sekolah, dan kegiatan belajar mengajar pada tahun pelajaran 2026/2027. Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan diukur dari indikator pendidikan seperti akses, mutu pembelajaran, dan hasil belajar siswa di wilayah-wilayah tersebut.

