Platform Emas Digital Catat Kenaikan Harga
Harga emas digital pada perdagangan Senin (20/7/2026) menunjukkan tren penguatan di berbagai platform perdagangan di Tanah Air. Pergerakan ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas global dan dinamika nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, sehingga mendorong minat investor ritel untuk menambah alokasi pada instrumen ini.
Investor Daily merangkum data dari empat penyedia layanan emas digital di Indonesia. Berikut rincian harga beli dan harga jual per gram pada hari tersebut:
PT Indonesia Logam Pratama (Treasury): Harga beli Rp 2.405.651 (naik Rp 2.028), harga jual Rp 2.326.313.
PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas): Harga beli Rp 2.389.000 (naik Rp 5.000), harga jual Rp 2.316.000 (naik Rp 5.000).
PT Indogold Makmur Sejahtera (IndoGold): Harga beli Rp 2.356.774 (naik Rp 497), harga jual Rp 2.296.500 (naik Rp 1.000).
PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin): Harga beli Rp 2.478.000 (naik Rp 5.000), harga jual Rp 2.393.000 (naik Rp 5.000).
Kenaikan harian tertinggi pada harga beli mencapai Rp 5.000 per gram, dicatat oleh Lakuemas dan ShariaCoin. IndoGold mencatat kenaikan paling tipis, yakni Rp 497 per gram.
Mengapa investor tertarik?
Akses mudah: Platform digital memudahkan pembelian dan penjualan secara online.
Modal kecil: Batas nominal pembelian yang rendah memungkinkan investasi bertahap.
Likuiditas dan keamanan: Emas dianggap sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi, sehingga menarik bagi investor ritel yang ingin diversifikasi.
Catatan untuk investor
Spread antar harga beli dan jual berbeda tiap platform; bandingkan biaya jika berencana beli atau jual dalam jumlah besar.
Pergerakan harga dipengaruhi faktor global seperti data ekonomi AS, suku bunga, dan kekuatan dolar AS, serta faktor lokal seperti fluktuasi rupiah.
Pertimbangkan tujuan investasi (jangka pendek vs jangka panjang) dan biaya penyimpanan atau konversi fisik bila tersedia.
Emas digital tetap menjadi pilihan populer bagi investor ritel di Indonesia karena kemudahan akses dan fleksibilitas pembelian. Meski begitu, calon investor disarankan untuk membandingkan harga antar platform serta mempertimbangkan kondisi pasar global sebelum melakukan transaksi.

