Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa, 14 Juli 2026
Secara garis besar, IHSG Selasa, 14 Juli 2026 diprediksi menguat terbatas dan berupaya menguji area 5.900–6.200 setelah beberapa pekan berada di sekitar 5.800-an. Sentimen utama masih didorong oleh perbaikan pasar global dan konfirmasi teknikal yang menunjukkan potensi lanjutan tren naik, meski tetap ada risiko koreksi jangka pendek jika tekanan jual asing muncul.
Proyeksi Pergerakan IHSG Selasa, 14 Juli 2026
1. Level Kunci Teknikal
Berdasarkan analisis teknikal dan proyeksi dari beberapa lembaga riset:
Support utama: 5.800–6.200
Support kedua: 5.750–6.000
Resistance dekat: 5.900–5.950
Resistance kuat: 6.000 (level psikologis)
Jika IHSG berhasil bertahan di atas 6.000 dan menembus 6.100, pasar berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area 6.200. Namun, jika gagal, koreksi menuju 5.800–5.900 bisa terjadi.
2. Sentimen Pasar
Sentimen yang memengaruhi IHSG pada awal Juli 2026:
Global: Pasar global menunjukkan perbaikan, terutama dari indeks AS dan Europe, yang mendukung arus masuk modal ke pasar emerging seperti Indonesia.
Domestik: Data ekonomi seperti inflasi dan neraca perdagangan masih menjadi sorotan, bersama dengan kebijakan moneter BI yang diharapkan tetap mengakomodir pertumbuhan ekonomi tanpa memicu ketidakstabilan nilai tukar.
Arus asing: Investor asing masih aktif net buy di saham perbankan dan beberapa emiten komoditas, namun fluktuasi tetap tinggi dan bisa memicu volatilitas harian.
Rekomendasi Saham untuk 14 Juli 2026
Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan berbasis analisis teknikal dan riset dari beberapa sekuritas, dengan asumsi IHSG bergerak di kisaran 5.800–6.000.
1. Saham Perbankan (Big Bank & Second Liner)
| (Foto Saham BMRI dari Google Finansial) |
BMRI
Daerah beli: area support harian terdekat (cek grafik intraday).
Target: 5.000–6.000 untuk IHSG, saham BMRI bisa bergerak fluktuatif.
Cocok untuk swing jangka menengah.
BBRI
Saham memiliki momentum kuat di net buy asing.
Potensi rebound jika IHSG berhasil menembus 5.900.
BRIS
Bank syariah yang masih menunjukkan pertumbuhan laba.
Cocok untuk trader yang mengikuti tren net buy asing.
2. Saham Komoditas & Tambang
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
PTBA
Dari beberapa riset, PTBA direkomendasikan dengan target harga Rp2.520–Rp2.620 per saham.
Entry buy bisa di area support terdekat, dengan cut loss di bawah level support kuat.
ANTM
Terkait emas dan mineral, cocok jika harga komoditas global tetap tinggi.
Potensi swing jika IHSG berada di 5.900–6.000.
Bumi (BUMI)
Berdasarkan rekomendasi Kiwoom Sekuritas:
Entry buy: 140–210
Target: 224–232
Support: 135–150
Cut loss: 120.
3. Saham Infrastruktur & Transportasi
ASSA
Rekomendasi dari KISI dan beberapa sekuritas:
Target: Rp780–Rp825 per saham.
Cocok untuk trading jangka pendek dengan momentum teknikal positif.
JSMR
Entry buy: 2.700–2.800
Target: 3.180–3.290
Support: 2.700–2.750
Cut loss: 2.500
4. Saham Lainnya yang Sering Muncul di Rekomendasi Harian
| (Foto Saham ARTO dari Google Finansial) |
ARTO (PT Bank Jago Tbk)
Target: Rp1.845–Rp1.905 per saham.
Cocok untuk trader yang mengikuti tren growth perbankan digital.
BKSL
Entry buy: 60–80
Target: 117–121
Support: 106–108
Cut loss: 55.
MTEL
Entry buy: 460–465
Target: 565–585
Support: 470–480
Cut loss: 400.
Catatan Penting: Semua proyeksi dan rekomendasi ini bersifat edukatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

