Semen Indonesia Catat Kenaikan Penjualan dan Laba Semester I-2026

Semen Indonesia Catat Kenaikan Penjualan dan Laba Semester I-2026

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat kinerja positif pada semester I-2026 dengan volume penjualan mencapai 18,27 juta ton, naik 5,6 persen dibandingkan 17,3 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. 

Pencapaian ini, menurut Corporate Secretary Vita Mahreyni, didorong oleh strategi pemasaran dan penjualan yang menitikberatkan pada ketersediaan produk serta perluasan jaringan pasar, khususnya penguatan pasar mikro yang menjadi prioritas perusahaan.

Penjualan retail tetap menjadi tulang punggung pendapatan SIG, menyumbang sekitar 70 persen dari total pendapatan perusahaan. Segmen ini menunjukkan peningkatan, terutama di Jawa Barat yang mencatat lonjakan permintaan semen sebesar 7,5 persen secara tahunan pada semester I-2026. Fokus pada pasar mikro dinilai efektif dalam menjangkau basis pelanggan yang lebih luas dan meningkatkan penetrasi produk di tingkat lokal.

Kinerja keuangan kuartal I-2026 juga menunjukkan perbaikan. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 80 miliar, meningkat 88,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan pada kuartal I mencapai Rp 8,29 triliun, naik 8,3 persen, dengan volume penjualan kuartal I sebesar 8,71 juta ton. Beban pokok pendapatan dilaporkan sebesar Rp 6,62 triliun.

Vita Mahreyni menegaskan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan, termasuk penguatan pasar mikro, merupakan bagian dari komitmen BUMN untuk menciptakan nilai dan manfaat bagi negara serta pemangku kepentingan. “Penguatan pasar mikro di berbagai wilayah penjualan merupakan langkah strategis SIG untuk memenangkan persaingan dan menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja berkelanjutan dan semakin mengukuhkan posisi SIG sebagai market leader di Indonesia,” ujarnya.

Dengan kombinasi strategi distribusi, fokus pada segmen retail, dan kebijakan efisiensi, Semen Indonesia menunjukkan kemampuan menjaga pertumbuhan volume penjualan dan perbaikan profitabilitas meski menghadapi dinamika pasar. 

Ke depan, perusahaan diperkirakan akan terus mengintensifkan penetrasi pasar mikro dan memperkuat rantai pasok untuk mendukung ekspansi dan stabilitas pasokan di seluruh wilayah operasional.

Next Post Previous Post