SpaceX Luncurkan Starlink V3

SpaceX Luncurkan Starlink V3

SpaceX berhasil mengirimkan satelit Starlink generasi ketiga pertama ke luar angkasa dalam uji terbang Starship V3 terbaru pada Jumat, 24 Juli 2026. Namun saat melakukan misi,  diwarnai kegagalan pada booster Super Heavy saat simulasi pendaratan di Teluk Meksiko.

Peluncuran ini menandai kemajuan penting untuk program Starship karena tahap atas berhasil menjalankan misinya tanpa gangguan, termasuk melepas muatan Starlink V3 seperti yang direncanakan.

Namun, masalah terjadi saat booster mencoba menyalakan kembali mesin-mesinnya untuk manuver pendaratan. Menurut laporan tersebut, tidak semua mesin menyala dengan benar, sehingga booster jatuh lebih cepat dari yang diperkirakan dan meledak saat menghantam air.

Apa yang Berhasil

Di sisi positif, tahap atas Starship tidak mengalami gangguan selama penerbangan ini, berbeda dengan penerbangan V3 pertama pada Mei yang sempat kehilangan satu mesin.

Ini menunjukkan bahwa SpaceX mulai memperbaiki sebagian masalah teknis pada versi terbaru Starship, terutama pada bagian atas wahana yang membawa satelit Starlink V3.

Masalah yang Berulang

Kegagalan booster ini menjadi perhatian karena merupakan masalah kedua yang dialami Super Heavy pada versi Starship V3.

Pada penerbangan V3 pertama di bulan Mei, booster juga mengalami kegagalan saat pemisahan dari tahap atas. Artinya, SpaceX masih harus membuktikan bahwa bagian pendorong raksasa itu dapat kembali digunakan secara andal.

Dampak bagi Starlink

SpaceX Luncurkan Starlink V3

Satelit Starlink V3 yang baru diluncurkan belum akan bertahan lama di orbit karena Starship masih belum mampu mencapai orbit Bumi penuh. TechCrunch menyebut satelit tersebut diperkirakan akan terbakar di atmosfer sekitar 20 menit setelah dilepas.

Meski begitu, peluncuran ini tetap penting karena menjadi langkah awal SpaceX untuk meningkatkan kapasitas jaringan Starlink generasi berikutnya.

 

Next Post Previous Post