Bitcoin Bertahan di Atas US$64.000, Pasar Menanti Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz

Bitcoin Bertahan di Atas US$64.000, Pasar Menanti Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz

Bitcoin bergerak menguat dan bertahan di atas level US$64.000 pada perdagangan Kamis. Kenaikan tersebut terjadi ketika investor mencermati kabar mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang berada di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Investing.com, Bitcoin naik sekitar 1% menjadi US$64.305,6. Meski demikian, pergerakan harga BTC masih terbatas dalam kisaran sempit karena pelaku pasar menghadapi sejumlah tekanan dari sektor kripto dan pasar global.

Investor Menanti Kesepakatan Selat Hormuz

Bitcoin Bertahan di Atas US$64.000, Pasar Menanti Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Amerika Serikat dilaporkan sedang melakukan pembicaraan dengan Oman dan Iran terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut bahkan disebut berpotensi diumumkan dalam waktu dekat.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa kesepakatan dapat tercapai pada pekan ini. Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa kesepakatan mengenai Selat Hormuz akan segera terwujud.

Namun, laporan dari media Iran menunjukkan bahwa proses tersebut masih menghadapi hambatan. Teheran disebut memperingatkan bahwa kesepakatan dapat tertunda karena ancaman Amerika Serikat yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Iran juga membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menyatakan bahwa komunikasi dilakukan melalui mediator dari Oman.

Ketidakpastian tersebut membuat investor tetap berhati-hati. Meski begitu, harapan terhadap dibukanya kembali jalur pelayaran utama itu sempat mendorong sentimen risk-on di pasar dan menekan harga minyak.

Saham Teknologi Lebih Menarik bagi Investor

Kenaikan Bitcoin belum mampu berkembang menjadi reli yang lebih kuat. Investor dinilai masih lebih tertarik pada saham perusahaan kecerdasan buatan dan teknologi yang memiliki fundamental lebih jelas dibandingkan aset kripto yang cenderung spekulatif.

Minat terhadap saham teknologi meningkat setelah sejumlah perusahaan di sektor tersebut melaporkan kinerja keuangan yang kuat. Penurunan besar yang terjadi pada Juli juga mendorong sebagian investor untuk kembali membeli saham teknologi dengan harga yang dianggap lebih murah.

Situasi tersebut membuat aliran dana ke aset kripto belum sepenuhnya pulih. Bitcoin masih menghadapi tekanan dari aksi jual Strategy, perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Selain itu, pasar kripto juga masih berupaya memulihkan kepercayaan setelah terjadi peretasan besar yang menambah kekhawatiran investor terhadap keamanan aset digital.

Arus Masuk ETF Bitcoin Mulai Membaik

Di tengah pergerakan harga yang terbatas, ETF Bitcoin spot menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Produk investasi tersebut mencatat total arus masuk sekitar US$381,6 juta sepanjang Agustus.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan arus masuk ETF Bitcoin pada Juli yang mencapai US$172,4 juta. Sebelumnya, ETF Bitcoin sempat mengalami arus keluar besar selama dua bulan berturut-turut.

Membaiknya arus dana ETF dapat menjadi sinyal bahwa minat investor institusional terhadap Bitcoin mulai kembali. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mendorong BTC keluar dari pola perdagangan yang sempit.

Bitcoin juga masih berada sekitar 50% di bawah rekor tertingginya yang dicapai pada Oktober. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih menghadapi tekanan besar sepanjang 2026.

Harga Ethereum dan Altcoin

Pergerakan altcoin utama cenderung beragam pada perdagangan yang sama. Ethereum naik 0,6% ke US$1.868,57, sedangkan XRP melemah 0,5%.

Solana menguat 0,8%, sementara Cardano turun 2,2%. BNB menjadi salah satu aset yang mencatat kenaikan lebih besar dengan penguatan sekitar 1,8%.

Di sektor memecoin, Dogecoin turun 0,5%, sedangkan token TRUMP naik tipis 0,4%. Pergerakan yang tidak seragam ini menunjukkan bahwa investor masih memilih aset secara selektif dan belum sepenuhnya kembali ke pasar kripto.

Prospek Bitcoin Selanjutnya

Bitcoin berpeluang mendapatkan dukungan tambahan apabila kesepakatan pembukaan Selat Hormuz benar-benar tercapai. Penurunan harga minyak dan membaiknya sentimen risiko dapat membantu meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Namun, ketidakpastian geopolitik, aksi jual Strategy, persaingan dengan saham teknologi, serta dampak peretasan masih menjadi faktor yang membatasi kenaikan Bitcoin. Dalam jangka pendek, BTC kemungkinan tetap sensitif terhadap perkembangan negosiasi Amerika Serikat, Iran, dan Oman.

Investor perlu mencermati pergerakan ETF Bitcoin spot, volume perdagangan, serta respons pasar terhadap perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan investasi. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi pembelian atau penjualan aset kripto.

 

Next Post Previous Post