Bitcoin Tembus 64 Ribu Dollar AS, Short Squeeze Jadi Pemicu Utama

Bitcoin Tembus 64 Ribu Dollar AS, Short Squeeze Jadi Pemicu Utama

Harga Bitcoin pada Selasa, 18 Agustus 2026, tercatat naik 2,32 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai kisaran 64.200–65.000 dollar AS. Kenaikan ini terutama didorong oleh aksi short squeeze di pasar derivatif, yang memicu pembelian cepat oleh trader setelah sebelumnya terjadi tekanan jual.

Ringkasan Pergerakan Harga

Harga terkini: Sekitar 64.238,79 dollar AS (sekitar Rp 1,14 miliar dengan kurs Rp 17.827).

Perubahan 24 jam: Naik 2,32 persen.

Perubahan 1 jam terakhir: Turun tipis 0,12 persen.

Perubahan sepekan: Naik 0,45 persen.

Kapitalisasi pasar: 1,28 triliun dollar AS (sekitar Rp 22.828 triliun).

Apa Itu Short Squeeze dan Dampaknya?

Short squeeze terjadi ketika trader yang sebelumnya membuka posisi jual (short) terpaksa menutup posisi mereka dengan membeli aset karena harga mulai naik, sehingga mendorong harga semakin tinggi. Dalam kasus Bitcoin hari ini, aksi beli cepat tersebut menjadi pendorong utama kenaikan harga, bahkan mengungguli rata-rata kenaikan pasar kripto secara keseluruhan yang hanya 1,63 persen.

Konteks Pasar dan Korelasi dengan Emas

Bitcoin menunjukkan korelasi yang cukup kuat dengan emas, yakni sekitar 76 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak investor masih memandang Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, mirip dengan emas.

Outlook Jangka Pendek

Bitcoin Tembus 64 Ribu Dollar AS, Short Squeeze Jadi Pemicu Utama
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Sebelumnya, ada prediksi bahwa harga Bitcoin akan bergerak di kisaran 60.000–66.000 dollar AS hingga September 2026. 

Dengan harga saat ini yang sudah mendekati 65.000 dollar AS, pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar, arus masuk/keluar modal, serta potensi perubahan regulasi.

 

Next Post Previous Post