BPS Catat China Jadi Tujuan Ekspor Nonmigas RI Terbesar Semester I 2026
China, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ketiganya menyumbang 44,31 persen dari total ekspor nonmigas nasional pada periode tersebut.
Kontribusi Tiga Negara Tujuan Ekspor
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan dominasi tiga mitra dagang utama itu dalam konferensi pers pada Senin, 3 Agustus 2026. Menurut dia, pangsa ekspor ke China, Amerika Serikat, dan India mencapai hampir setengah dari total ekspor nonmigas Indonesia.
Ekspor Indonesia ke China menjadi yang terbesar dengan nilai US$34,56 miliar, setara 25,68 persen dari total ekspor nasional. Komoditas utama yang dikirim ke negara tersebut adalah besi dan baja, nikel dan turunannya, serta bahan bakar mineral.
Rincian Ekspor ke China
Besi dan baja menjadi komoditas terbesar ke China dengan nilai US$8.803 juta atau 25,47 persen. Setelah itu, nikel dan barang turunannya menyumbang US$5,6 miliar atau 16,36 persen, disusul bahan bakar mineral sebesar US$4,8 miliar atau 14,17 persen.
Dominasi komoditas tambang dan industri dasar ini menunjukkan kuatnya peran China sebagai pasar utama produk ekspor berbasis sumber daya alam dan industri pengolahan Indonesia.
Ekspor ke Amerika Serikat
Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua dengan nilai US$15,82 miliar. Produk yang paling dominan dikirim ke pasar AS adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85, dengan pangsa 7,24 persen dan turun 10,67 persen secara cumulative-to-cumulative.
Selain itu, produk alas kaki mencatat pengiriman US$1.424 juta dengan kontribusi 4,12 persen. Komoditas pakaian dan aksesoris rajutan juga menyumbang US$1,3 miliar atau sekitar 3,98 persen dari total ekspor ke AS.
India Jadi Pasar Ketiga Terbesar
India menempati posisi ketiga sebagai tujuan ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai US$9,25 miliar. Komoditas yang paling besar dikirim ke India adalah bahan bakar mineral atau HS27, dengan pangsa 32,87 persen dan naik 2,48 persen secara C to C.
Di sisi lain, lemak dan minyak hewani/nabati mencatatkan nilai US$1,60 miliar atau 17,34 persen dari total ekspor ke India. Sementara itu, mesin, perlengkapan elektrik, dan bagiannya mencapai US$959 juta atau 10,37 persen.
Kinerja Ekspor Nasional
Secara keseluruhan, BPS mencatat total kinerja ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai US$25,46 miliar. Angka tersebut tumbuh 8,84 persen secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data BPS memperlihatkan bahwa ekspor nonmigas Indonesia masih sangat bergantung pada tiga pasar utama, yakni China, Amerika Serikat, dan India. Komoditas berbasis sumber daya alam, industri logam, energi, hingga produk manufaktur tetap menjadi penopang utama kinerja ekspor nasional.

