BPS Catat Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tumbuh 5,29 Persen
| (Foto Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 dari BPS) |
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan atau year on year. Capaian ini ditopang oleh kinerja ekonomi di 17 provinsi yang pertumbuhannya berhasil melampaui rata-rata nasional.
PDB Nasional Naik, Didukung Konsumsi dan Aktivitas Digital
Secara nominal, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 6.552,1 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.576,2 triliun. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang terbesar ekonomi nasional dengan porsi 53,3 persen terhadap PDB, meski pertumbuhannya tercatat 5,06 persen.
Ekonom Korea Investment Management Indonesia, Arfian Prasetya Aji, menilai ada hal yang perlu dicermati dari data tersebut. Menurutnya, konsumsi rumah tangga memang tumbuh positif, tetapi lajunya masih relatif rendah dibandingkan besarnya kontribusi terhadap PDB.
Di sisi lain, aktivitas belanja digital justru menunjukkan penguatan. Transaksi ritel online dan marketplace melonjak 35,13 persen secara tahunan, sedangkan konsumsi per kapita sektor restoran dan hotel naik 11,97 persen.
Sektor Produksi Masih Tumbuh Stabil
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan yang berkontribusi 18,5 persen terhadap PDB tumbuh 4,52 persen. Adapun sektor pertanian yang menyumbang 13,57 persen terhadap PDB mencatat pertumbuhan 3,80 persen.
Namun, BPS juga mencatat Indeks Keyakinan Konsumen turun ke level 117,8 pada Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan optimisme masyarakat yang melemah dan berpotensi memengaruhi pola belanja. Arfian menilai masyarakat cenderung lebih berhati-hati, menahan konsumsi, dan menyimpan uang sebagai antisipasi terhadap kondisi ekonomi.
Pertumbuhan Daerah di Atas Nasional
Secara regional, wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,10 persen, disusul Jawa sebesar 5,65 persen dan Sulawesi sebesar 5,53 persen. Dari seluruh provinsi, Maluku Utara membukukan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 15,35 persen, diikuti Nusa Tenggara Barat sebesar 7,41 persen dan Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pada triwulan II 2026 terdapat 17 provinsi yang pertumbuhannya berada di atas angka nasional 5,29 persen. Seluruh provinsi di Pulau Jawa juga tercatat tumbuh di atas rata-rata nasional, dengan total kontribusi 54,67 persen terhadap PDB.
Tekanan dan Peluang Ekonomi Ke Depan
Data kuartal II 2026 menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih berada pada jalur pertumbuhan yang solid, terutama berkat dukungan konsumsi, perdagangan digital, dan penguatan sejumlah wilayah luar Jawa. Meski demikian, pelemahan optimisme konsumen menjadi sinyal penting yang perlu dicermati agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga ke depan.
Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 secara year on year memang mencapai 5,29 persen. Angka ini menegaskan bahwa kinerja ekonomi nasional masih cukup kuat di tengah dinamika perilaku konsumsi masyarakat.

