Bumi Resources Catatkan Laba Bersih Naik 189 Persen di Semester I 2026
Bumi Resources mencatat kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026. Emiten batu bara ini membukukan laba bersih sebesar US$59 juta, melonjak 189% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga naik 28% menjadi US$867 juta, didorong oleh peningkatan volume produksi, penjualan, efisiensi biaya, serta stabilnya harga batu bara.
Produksi Batu Bara Naik
Peningkatan laba Bumi Resources tak lepas dari kenaikan produksi batu bara. Pada paruh pertama 2026, volume produksi perusahaan mencapai 38,5 juta ton, tumbuh 7,1% dari 35,9 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan bahwa operasional perseroan masih mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar komoditas.
Transformasi ke Multi-Komoditas
Phintraco Sekuritas menilai pertumbuhan laba bersih Bumi Resources turut ditopang oleh transformasi bisnis perseroan menuju perusahaan tambang multi-komoditas. Diversifikasi usaha ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas.
Selain itu, Bumi Resources juga telah menandatangani perjanjian awal dengan Loyal Metals Limited, perusahaan eksplorasi asal Australia yang fokus pada mineral kritis seperti tembaga, emas, dan litium. Menurut Phintraco, perjanjian awal tersebut menjadi kerangka dasar dalam proses akuisisi.
Status Transaksi Masih Awal
Manajemen Bumi Resources menegaskan bahwa transaksi tersebut masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan pendahuluan. Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain persetujuan pemegang saham Loyal Metals serta pemenuhan regulasi hukum di Australia, sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham.
Valuasi Saham Masih Premium
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |

