Cara Bikin Tren Linimasa Perjalanan Google Maps yang Viral, Gratis
Tren linimasa perjalanan Google Maps sedang ramai dibagikan di media sosial. Konten ini menampilkan rute dan lokasi yang pernah dikunjungi pengguna dalam bentuk peta bergerak atau video animasi, sehingga cocok dijadikan unggahan nostalgia perjalanan.
Menariknya, pengguna bisa membuat visualisasi perjalanan tersebut secara gratis. Caranya adalah dengan mengekspor data Linimasa atau Timeline dari Google Maps, lalu mengolahnya melalui situs Timeline Visualizer.
Apa Itu Tren Linimasa Google Maps?
Linimasa Google Maps merupakan fitur yang menyimpan riwayat lokasi pengguna, selama fitur lokasi dan Timeline telah diaktifkan pada akun Google. Data tersebut dapat memperlihatkan tempat-tempat yang pernah dikunjungi dalam periode tertentu.
Dalam tren yang viral di media sosial, data perjalanan itu tidak hanya ditampilkan sebagai daftar lokasi. Pengguna mengubahnya menjadi visualisasi animasi peta yang memperlihatkan perpindahan lokasi dari satu daerah ke daerah lain.
Video semacam ini dapat dipakai untuk berbagai kebutuhan, misalnya:
Merangkum perjalanan selama setahun
Membuat konten liburan
Mengenang perjalanan pulang kampung
Menampilkan riwayat kunjungan ke sejumlah kota
Membagikan pencapaian perjalanan pribadi di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts
Namun, hasil visualisasi sangat bergantung pada riwayat lokasi yang sebelumnya sudah terekam di Google Maps. Jika Timeline belum pernah aktif, data perjalanan lama kemungkinan tidak tersedia.
Cara Membuat di Android
Pengguna Android perlu mengekspor data Timeline Google Maps terlebih dahulu. Berkas hasil ekspor tersebut umumnya berbentuk JSON dan nantinya akan diunggah ke Timeline Visualizer.
1. Ekspor data Linimasa Google Maps
Ikuti langkah berikut:
Buka aplikasi Google Maps di HP Android.
Pastikan fitur Linimasa atau Timeline sudah aktif.
Buka menu Setelan atau Pengaturan di perangkat.
Pilih menu Lokasi.
Ketuk Layanan lokasi.
Cari menu Linimasa atau Timeline.
Pilih akun Google yang ingin dipakai bila terdapat lebih dari satu akun.
Tekan opsi Ekspor data Linimasa.
Saat muncul pemberitahuan ekspor salinan data Timeline, pilih Lanjutkan.
Tentukan lokasi penyimpanan berkas.
Tunggu sampai proses ekspor selesai.
Simpan berkas tersebut di folder yang mudah ditemukan. Ini penting karena file akan dipilih kembali saat membuat video perjalanan.
2. Ubah data menjadi video perjalanan
Setelah file Timeline tersedia, lanjutkan dengan langkah berikut:
Buka Google Chrome atau browser lain di ponsel.
Kunjungi layanan Timeline Visualizer.
Unggah berkas JSON hasil ekspor Google Maps.
Tunggu hingga data perjalanan diproses.
Pilih rentang tanggal yang ingin ditampilkan.
Atur sudut pergerakan kamera serta durasi video.
Gunakan fitur Preview untuk mengecek hasil sementara.
Jika sudah sesuai, lanjutkan proses pembuatan atau ekspor video.
Simpan hasil video ke galeri perangkat.
Setelah tersimpan, video visualisasi perjalanan dapat langsung diedit lagi dengan musik, teks, tanggal perjalanan, atau foto dokumentasi sebelum diunggah ke media sosial.
Cara Membuat di iPhone
Pengguna iPhone juga bisa mengikuti tren ini dengan memanfaatkan data Timeline yang tersimpan di aplikasi Google Maps. Perbedaannya ada pada menu untuk menyimpan atau mengekspor data linimasa.
1. Simpan data Timeline
Berikut caranya:
Buka Google Maps di iPhone.
Ketuk foto profil akun Google di pojok kanan atas.
Gulir layar ke bawah, lalu pilih Setelan.
Buka menu Lokasi dan privasi.
Pastikan fitur Linimasa sudah aktif.
Pilih opsi Mengeksplorasi data Linimasa.
Ikuti instruksi untuk menyimpan atau mengekspor data Timeline.
Pastikan file ekspor tersimpan di perangkat dan mudah ditemukan.
2. Buat visualisasi peta perjalanan
Jika data sudah berhasil disimpan, buka Safari atau browser lain, lalu akses Timeline Visualizer.
Pilih opsi Choose Timeline.json.
Cari dan unggah berkas Timeline yang telah diekspor.
Tunggu data selesai diproses.
Tentukan tanggal awal dan akhir perjalanan.
Atur tampilan animasi sesuai kebutuhan.
Cek hasilnya melalui fitur Preview.
Lanjutkan ekspor jika video sudah sesuai.
Simpan video ke perangkat.
Video tersebut selanjutnya dapat dibagikan ke TikTok, Instagram Reels, WhatsApp Status, maupun platform media sosial lain.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Sebelum ikut membuat tren linimasa perjalanan Google Maps, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Data lokasi bersifat pribadi karena bisa memperlihatkan tempat yang pernah dikunjungi.
Periksa kembali periode tanggal yang dipilih sebelum membuat video.
Hindari membagikan rute rumah, kantor, sekolah, atau lokasi sensitif secara detail.
Pastikan file JSON hanya diunggah ke layanan yang dipercaya.
Hapus atau potong bagian video yang memuat lokasi pribadi bila diperlukan.
Hasil video mungkin tidak lengkap apabila GPS, internet, atau fitur Timeline sebelumnya tidak aktif.
Sebagai contoh, jika ingin membuat konten perjalanan liburan, pengguna bisa memilih rentang tanggal saat bepergian saja. Dengan begitu, video tidak perlu menampilkan seluruh lokasi harian yang lebih bersifat pribadi.
Penutup
Tren linimasa perjalanan Google Maps dapat menjadi cara menarik untuk mengabadikan perjalanan dalam bentuk visual. Pengguna Android maupun iPhone cukup mengekspor data Timeline, mengunggah file JSON ke Timeline Visualizer, lalu mengatur periode dan tampilan animasi sebelum menyimpan videonya.
Pastikan tetap menjaga privasi saat membagikan hasilnya, terutama jika visualisasi peta memuat rute rumah atau lokasi yang rutin dikunjungi.

