Donggi Senoro LNG Targetkan Pengapalan 41 Kargo Gas Cair Pada 2026

Donggi Senoro LNG Targetkan Pengapalan 41 Kargo Gas Cair Pada 2026

PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) meningkatkan alokasi pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sepanjang 2026. Dari target pengapalan sebanyak 41 kargo, perusahaan menyiapkan 15 kargo untuk kebutuhan dalam negeri melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN).

Hingga pertengahan Agustus 2026, DSLNG telah merealisasikan sekitar 28 pengapalan LNG atau hampir tiga perempat dari target tahunan. Hal tersebut disampaikan Plant Deputy General Manager PT Donggi-Senoro LNG Sugianto Darsani saat menerima kunjungan media di fasilitas kilang DSLNG, Banggai, Sulawesi Tengah, Senin, 17 Agustus 2026.

“Target tahun ini secara keseluruhan adalah 41 kargo, dan hingga pertengahan menuju akhir Agustus realisasinya sudah mencapai sekitar 28 kargo,” ujar Sugianto.

Alokasi Domestik Naik Signifikan

Porsi LNG untuk pasar dalam negeri meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, DSLNG mengalokasikan delapan kargo LNG untuk kebutuhan domestik. Jumlah tersebut bertambah menjadi 15 kargo pada 2026.

Dari total target 41 kargo, sebanyak 26 kargo akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli luar negeri berdasarkan kontrak jangka panjang. Beberapa pembeli tersebut berasal dari Jepang dan Korea Selatan, di antaranya JERA, Kyushu Electric, serta Korea Gas Corporation.

Sementara itu, hingga Agustus 2026, DSLNG telah menyalurkan enam kargo LNG kepada PGN. Dengan demikian, masih terdapat sembilan kargo yang direncanakan dikirimkan untuk kebutuhan domestik hingga akhir tahun.

Peningkatan alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Pasokan LNG domestik diharapkan dapat mendukung kebutuhan gas untuk sektor kelistrikan, terutama ketika permintaan energi terus meningkat.

Disalurkan kepada PGN untuk PLN

Seluruh pasokan LNG domestik DSLNG disalurkan melalui PGN. Selanjutnya, PGN meneruskan gas tersebut kepada PT PLN (Persero) untuk mendukung operasional pembangkit listrik.

Sugianto menjelaskan bahwa PGN dapat membeli LNG dalam satu kargo dan kemudian membaginya sesuai kebutuhan PLN. Mekanisme tersebut memungkinkan pasokan gas disalurkan secara lebih fleksibel kepada pembangkit yang membutuhkan.

PLN memanfaatkan LNG sebagai bahan bakar turbin dan generator pada pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Pemanfaatan ini sejalan dengan program gasifikasi pembangkit yang bertujuan menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Dengan dukungan LNG, pembangkit gas dapat memperoleh bahan bakar yang lebih mudah dikendalikan dan disesuaikan dengan kebutuhan sistem kelistrikan. Pasokan tersebut juga berperan dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pembangkit yang telah tersedia.

Kilang DSLNG Berkapasitas 2,1 Juta Ton

DSLNG mengoperasikan kilang LNG komersial independen pertama di sektor hilir minyak dan gas bumi Indonesia. Fasilitas tersebut berada di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dan dibangun di atas lahan seluas sekitar 318 hektare.

Kilang DSLNG memiliki satu rangkaian produksi atau single train dengan kapasitas sekitar 2,1 juta ton LNG per tahun. Dengan kapasitas tersebut, fasilitas DSLNG mampu menghasilkan sekitar 41 kargo LNG setiap tahun.

Operasional kilang didukung pasokan gas pipa dari dua blok hulu utama, yaitu Blok Senoro-Toili dan Blok Matindok. Blok Senoro-Toili dikelola oleh JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi, sedangkan Blok Matindok dikelola oleh PT Pertamina EP.

Selain fasilitas pencairan gas, kompleks DSLNG juga dilengkapi tangki penyimpanan LNG dan kondensat serta fasilitas pemuatan untuk mendukung proses pengapalan.

Kepemilikan DSLNG

Struktur kepemilikan PT Donggi-Senoro LNG terdiri atas tiga pemegang saham utama, yakni:

Sulawesi LNG Development Ltd. sebesar 59,9 persen.

PT Pertamina Hulu Energi sebesar 29 persen.

PT Medco LNG Indonesia sebesar 11,1 persen.

Produk LNG DSLNG selama ini dipasarkan kepada pembeli jangka panjang di kawasan Asia. Namun, sejak 2024 perusahaan juga mulai memasok kebutuhan domestik melalui PGN. Alokasi domestik tersebut meningkat dari satu kargo pada 2024 menjadi delapan kargo pada 2025, kemudian bertambah menjadi 15 kargo pada 2026.

Prospek Pasokan LNG 2027

Untuk kebutuhan 2027, DSLNG masih menunggu kepastian permintaan kargo LNG dari PGN. Manajemen perusahaan masih membahas kelanjutan kontrak dan berharap memperoleh gambaran yang lebih jelas menjelang Desember 2026.

DSLNG juga menyatakan kesiapannya mengikuti kebijakan pemerintah apabila pemanfaatan gas untuk kebutuhan dalam negeri terus ditingkatkan. Dengan tambahan alokasi domestik pada 2026, perusahaan menunjukkan peran yang semakin besar dalam mendukung ketahanan energi dan kelistrikan nasional.

Next Post Previous Post