Saham BYAN Melonjak ARA Usai Isu Akuisisi Haji Isam

Saham BYAN Melonjak ARA Usai Isu Akuisisi Haji Isam

Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatatkan lonjakan spektakuler pada sesi perdagangan Selasa (18/8/2026), didorong oleh rumor pasar yang kian santer mengenai rencana akuisisi oleh pengusaha Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. 

Saham emiten batu bara tersebut berhasil menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) atau naik 20 persen, menjadikannya salah satu penggerak utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.

Performa Perdagangan Saham BYAN

Saham BYAN Melonjak ARA Usai Isu Akuisisi Haji Isam
(Foto Saham BYAN dari Google Finansial)
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui platform Stockbit, pergerakan saham BYAN pada Selasa pagi menunjukkan tren positif yang kuat sejak sesi pembukaan.

Harga Pembukaan: BYAN dibuka pada level Rp 15.500 per saham, naik sekitar 7 persen dari penutupan sesi sebelumnya.

Lonjakan Harga: Saham terus melesat hingga mencapai titik tertinggi di Rp 17.275 per saham, sebelum akhirnya bertengger di level Rp 16.975 per saham pada pukul 09.50 WIB.

Kenaikan Persentase: Secara keseluruhan, BYAN mencatatkan penguatan hingga 17,88 persen dari harga penutupan sebelumnya sebesar Rp 14.400.

Volume dan Nilai Transaksi: Aktivitas perdagangan tercatat sangat masif dengan volume mencapai 32.050 lot. Total nilai transaksi yang dibukukan melampaui Rp 53,90 miliar, dengan rerata harga transaksi di kisaran Rp 16.816 per saham.

Rumor Akuisisi 62 Persen oleh Haji Isam

Pemicu utama meroketnya harga saham BYAN adalah spekulasi yang berkembang di kalangan investor mengenai rencana Haji Isam untuk mengambil alih kepemilikan perseroan.

Target Kepemilikan: Pasar memperbincangkan kemungkinan Haji Isam berencana menguasai sekitar 62 persen porsi kepemilikan saham Bayan Resources.

Kunjungan Lapangan: Isu ini kian menguat pascamedia memberitakan kehadiran sang pengusaha dalam agenda peninjauan lapangan di lokasi tambang operasional BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Tokoh Terkait: Dalam peninjauan tersebut, Haji Isam tampak hadir bersama pemegang saham pengendali Bayan Resources, Dato' Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI), Norman Joesoef.

Hingga saat ini, konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran rencana akuisisi tersebut masih terus diupayakan oleh pasar.

Agenda RUPSLB PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Di tengah hangatnya spekulasi akuisisi, entitas usaha yang terafiliasi dengan Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), menyampaikan pengumuman agenda korporasi yang menarik perhatian investor.

Jadwal RUPSLB: JARR berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 21 September 2026.

Pengumuman Mata Acara: Manajemen perseroan belum membeberkan detail pembahasan yang bakal diusung. Detail mata acara RUPSLB dijadwalkan baru diumumkan secara resmi pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Prosedur Pemanggilan: Prosedur pemanggilan rapat tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15/POJK.04/2020 serta Anggaran Dasar Perseroan, dengan informasi keterbukaan yang akan dipublikasikan melalui kanal e-RUPS, situs resmi BEI, dan laman resmi perseroan.

Meskipun belum ada konfirmasi langsung yang menghubungkan RUPSLB JARR dengan rumor akuisisi BYAN, kedekatan waktu pengumuman tersebut dengan isu pasar menjadikan agenda ini sorotan utama investor.

Dampak Terhadap IHSG

Lonjakan tajam saham BYAN memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa pagi.

Kontribusi Indeks: Berdasarkan data perdagangan pagi, BYAN menjadi saham dengan kontribusi terbesar terhadap indeks, yakni sekitar 51,45 poin.

Penguatan IHSG: IHSG dibuka menguat di level 6.448, naik 83,12 poin, dengan mayoritas saham di sektor energi turut terdorong naik.

Para analis memproyeksikan IHSG berpeluang lanjut menguat menguji level 6.440-6.544, didukung oleh sentimen positif dari sektor energi dan isu korporasi emiten batu bara.


Next Post Previous Post