IHSG Ditutup Naik ke 6.525, Saham BBNI, BBRI, dan TLKM Menguat
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
IHSG Naik 0,11 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan kenaikan 0,11 persen atau 7,35 poin ke level 6.525,47.
Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 6.511,10 dan sempat mencapai titik tertinggi di 6.528,09. Pergerakan tersebut menunjukkan indeks mampu berbalik menguat setelah sempat bergerak fluktuatif, bahkan ditutup melemah tipis pada sesi pertama.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 392 saham berakhir menguat, 233 saham melemah, dan 166 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai Rp11.448,27 triliun.
BBNI, BBRI, hingga TLKM Tancap Gas

(Foto Saham BBNI dari Google Finansial)
|
Kode saham |
Emiten |
Pergerakan |
Harga penutupan |
|
BBNI |
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. |
Naik 2,12% |
Rp3.860 |
|
BBRI |
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. |
Naik 1,88% |
Rp3.250 |
|
TLKM |
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. |
Naik 1,17% |
Rp2.600 |
Penguatan BBNI dan BBRI mencerminkan minat beli investor terhadap saham sektor perbankan besar. Di sisi lain, kenaikan TLKM turut memberikan dukungan terhadap laju indeks, mengingat emiten telekomunikasi tersebut merupakan salah satu saham dengan kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia.
Saham yang Melemah
Meski IHSG ditutup menguat, sejumlah saham besar justru mengalami tekanan jual. PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menjadi salah satu saham yang terkoreksi cukup dalam dengan penurunan 3,43 persen ke Rp14.075 per saham.
Selain itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 3,06 persen dan ditutup pada harga Rp1.110 per saham.
Pada sesi pertama, tekanan juga sempat melanda beberapa saham emiten emas. BRMS tercatat terkoreksi 4 persen, disusul EMAS yang turun 3 persen dan AMMN yang melemah 2 persen.
Ditopang Aksi Beli Saham Big Caps
Riset Mirae Asset Sekuritas sebelumnya menyebut aksi beli pada saham berkapitalisasi besar membantu menopang pergerakan IHSG. Selain BBRI yang menguat pada sesi pertama, saham AADI juga mencatat kenaikan sekitar 4,9 persen.
Reli pada saham-saham tersebut mampu meredam tekanan koreksi dari sektor emas. Namun, pergerakan pasar regional masih cenderung berhati-hati karena mayoritas bursa Asia bergerak di zona merah pada perdagangan siang. Sentimen global membuat pelaku pasar tetap selektif dalam mengambil posisi.

