KOTA Siapkan Right Issue 100 Miliar Saham, Bidik Akuisisi Dua Perusahaan Senilai Rp4,4 Triliun
PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) berencana menerbitkan hingga 100 miliar saham baru melalui skema rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Dana yang dihimpun ditargetkan sekitar Rp4,4 triliun dan mayoritas akan digunakan untuk mengakuisisi dua perusahaan pemilik lahan di Surabaya dan Maja, Banten.
Rencana aksi korporasi ini menjadi langkah ekspansi besar bagi KOTA untuk memperkuat cadangan lahan atau land bank perseroan. Dua target akuisisinya adalah PT Art Design Indonesia (ADI) dan PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP), yang saat ini dimiliki oleh PT Michel Energi.
Rencana Rights Issue KOTA
Dalam rencana PMHMETD I, KOTA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 100.000.000.000 saham Seri B. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per lembar dan setara maksimal 90,46% dari modal ditempatkan serta disetor penuh setelah rights issue terlaksana.
Meski porsi saham baru yang diterbitkan cukup besar, manajemen menyatakan aksi ini tidak akan mengubah pengendali perseroan. PT DMS Investama masih tercatat sebagai pengendali dan pemilik manfaat akhir KOTA.
Dana hasil rights issue akan diprioritaskan untuk membiayai pengambilalihan ADI dan MGP. Sisa dana, jika ada, akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, kegiatan operasional, serta pengembangan usaha perseroan.
Dana Akuisisi Rp4,4 Triliun
KOTA menyiapkan total investasi Rp4,4 triliun untuk menguasai hampir seluruh saham pada dua perusahaan tersebut.
|
Target akuisisi |
Porsi saham yang
diakuisisi |
Nilai transaksi |
Aset utama |
|
PT Art Design Indonesia (ADI) |
99,99% atau 1.206.272 saham |
Rp1,2 triliun |
Lahan sekitar 23 hektare di Surabaya |
|
PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP) |
99,99% atau 6.413.296 saham |
Rp3,2 triliun |
Lahan sekitar 548 hektare di Maja, Banten |
|
Total |
— |
Rp4,4 triliun |
Land bank sekitar 571 hektare |
Akuisisi tersebut akan menjadikan KOTA menguasai land bank strategis seluas kurang lebih 571 hektare. Pengambilalihan ADI membuka akses terhadap lahan sekitar 23 hektare di Surabaya, sedangkan transaksi MGP memberi perseroan penguasaan lahan sekitar 548 hektare di Maja.
Potensi Pengembangan Lahan
Manajemen KOTA menilai lahan di Surabaya berpotensi dikembangkan untuk sejumlah proyek, mulai dari kawasan mixed-use, industri ringan, apartemen, pusat perdagangan, hotel, perkantoran, hingga hunian terpadu. Lokasi Surabaya dinilai strategis karena merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, lahan di Maja memiliki skala yang lebih luas dan dapat diarahkan menjadi proyek kawasan besar. Beberapa alternatif pengembangan yang disebut perseroan mencakup kota mandiri, kawasan industri dan logistik, pergudangan, perumahan, serta area komersial.
Melalui tambahan cadangan lahan tersebut, KOTA berharap memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan proyek yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Perseroan juga memperkirakan akuisisi dapat memperbesar aset dan nilai buku, membuka potensi pendapatan berulang (recurring income), serta memberi peluang keuntungan dari pembangunan proyek maupun kenaikan nilai aset.
Jadwal Persetujuan Pemegang Saham
Karena nilai transaksi pengambilalihan melampaui 50% dari ekuitas, aset, dan pendapatan perseroan, rencana akuisisi ini dikategorikan sebagai transaksi material. KOTA perlu memenuhi ketentuan keterbukaan informasi, menggunakan penilai independen untuk menentukan kewajaran transaksi, serta memperoleh persetujuan pemegang saham.
KOTA dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Oktober 2026. Agenda rapat mencakup persetujuan rights issue, perubahan anggaran dasar terkait modal, persetujuan transaksi material, penyesuaian kegiatan usaha, serta perubahan penggunaan dana hasil IPO. Adapun recording date untuk pemegang saham yang berhak hadir dan memberikan suara ditetapkan pada 11 September 2026, sedangkan pemanggilan RUPSLB dijadwalkan pada 14 September 2026.
Aksi rights issue jumbo ini membuat KOTA menjadi salah satu emiten properti yang patut diperhatikan, terutama karena dana segarnya akan langsung diarahkan untuk mengamankan lahan dalam skala besar di dua wilayah dengan karakter pasar yang berbeda.

