IHSG Ditutup Turun 1,53%, Bergerak ke Level 6.267

 

IHSG Ditutup Turun 1,53%, Bergerak ke Level 6.267

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Selasa (11/8/2026) dengan tekanan berat, turun 97,49 poin atau 1,53% ke level 6.267,88.

Pergerakan Sepanjang Hari

IHSG Ditutup Turun 1,53%, Bergerak ke Level 6.267
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.230,10–6.388,58. Indeks sempat dibuka menguat 0,29% ke 6.383,81 pada sesi I, namun tekanan jual semakin kuat di sesi II hingga menutup di zona merah dalam.

Statistik Pasar

Penutupan: 6.267,88 (turun 97,49 poin / 1,53%)

Saham melemah: 567 emiten

Saham menguat: 148 emiten

Saham stagnan: 248 emiten

Nilai transaksi: Rp14,49 triliun dari 33,9–35,37 miliar lembar saham

Indeks Acuan Lain Juga Tertekan

Tekanan tidak hanya terjadi di IHSG, melainkan juga di sejumlah indeks acuan utama:

LQ45: turun 1,53% ke 625

JII: turun 1,60% ke 377

IDX30: turun 1,23% ke 351

MNC36: turun 1,37% ke 271

Saham-saham yang Jadi Penggerak Penurunan

Beberapa saham tercatat menjadi kontributor utama pelemahan IHSG, antara lain:

DEWA (Dharma Polimetal)

HRTA (Hartadinata Abadi)

MAPI (Mitra Adiperkasa)

Ketiganya masuk dalam daftar top losers yang ikut menekan indeks ke zona merah dalam.

Faktor yang Mempengaruhi

Beberapa faktor yang disebut turut membebani pasar antara lain:

Sentimen global dan domestik yang kurang mendukung di sesi II.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS, yang tercatat melemah sekitar 0,45% ke level Rp17.830/USD.

Menjelang review MSCI, yang kerap memicu aksi rebalancing dan volatilitas di pasar emerging market termasuk Indonesia.

Meski investor asing tercatat masih melakukan net buy di beberapa saham besar seperti BBCA dan DSSA pada sesi I, tekanan jual dari pelaku pasar domestik dan sentimen makro yang kurang positif membuat IHSG tetap ditutup melemah.

Outlook Jangka Pendek

Dengan IHSG kembali ke level 6.200-an, pasar diperkirakan akan tetap sensitif terhadap:

Data makroekonomi domestik dan global

Arah kurs rupiah dan suku bunga

Hasil review indeks MSCI yang bisa memengaruhi aliran dana asing

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momentum untuk meninjau ulang portofolio, terutama pada saham-saham fundamental kuat yang ikut tertekan karena sentimen pasar.

Next Post Previous Post