IHSG Hari Ini, Selasa 11 Agustus ke Level 6.319

IHSG Hari Ini, Selasa 11 Agustus ke Level 6.319
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Pelaku pasar perlu mencermati area support 6.319 setelah indeks ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (10/8/2026), IHSG ditutup turun 0,69 persen ke level 6.365,37. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.362,76 hingga 6.462,74 sebelum akhirnya mengalami tekanan jual dan ditutup di zona merah.

IHSG Dibuka Menguat

IHSG sempat dibuka menguat 0,29 persen ke level 6.383,81 pada awal perdagangan Selasa. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 222 saham tercatat menguat, 79 saham melemah, sementara 318 saham lainnya belum bergerak. Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp139,52 miliar dengan volume 385,31 juta saham.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. IHSG kemudian berbalik melemah ke level 6.340 atau turun sekitar 0,39 persen pada pukul 09.07 WIB. Kondisi ini mencerminkan adanya aksi ambil untung setelah indeks sempat menguat dalam beberapa perdagangan sebelumnya.

Analisis Pergerakan IHSG

Analis memperkirakan IHSG masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Tekanan terhadap indeks muncul setelah IHSG mengalami penolakan atau rejection dari area resistance 6.454–6.462.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguat menuju kisaran 6.440–6.544 apabila mampu bertahan di atas area support. Namun, indeks juga berpotensi melanjutkan koreksi menuju rentang 6.308–6.360.

Adapun level support IHSG hari ini berada di 6.319 dan 6.201. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.454 dan 6.599. Dengan demikian, level 6.319 bukan posisi penutupan IHSG saat ini, melainkan area support yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut.

Sentimen Pasar Hari Ini

Pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik. Dari pasar global, pelemahan bursa Wall Street menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan indeks saham Indonesia. Dow Jones turun 0,11 persen, S&P 500 melemah 0,058 persen, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,32 persen pada perdagangan sebelumnya.

Harga minyak dunia yang meningkat juga menjadi perhatian investor. Kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh ketidakpastian terkait situasi Amerika Serikat dan Iran serta potensi gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Harga minyak WTI tercatat ditutup di level US$82,13 per barel, sedangkan Brent berada di US$87,72 per barel.

Dari dalam negeri, investor mencermati perkembangan kebijakan Bank Indonesia dan data penjualan ritel. Pelaku pasar juga mengawasi aliran dana asing yang mulai masuk secara terbatas setelah sebelumnya mencatatkan tekanan jual dalam periode panjang.

Proyeksi IHSG

Berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Selasa. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji support 6.319, bahkan support berikutnya di 6.201.

Sebaliknya, IHSG berpeluang kembali menguat apabila mampu bertahan di atas area 6.360 dan menembus resistance 6.454. Investor disarankan mencermati pergerakan saham berkapitalisasi besar serta perkembangan transaksi investor asing sebelum mengambil keputusan investasi.

Next Post Previous Post