Indika Energy Bentuk Anak Usaha Baru Perkuat Bisnis Logistik
PT Indika Energy Tbk (INDY) memperluas diversifikasi bisnis dengan mendirikan dua anak usaha baru yang bergerak di bidang logistik, transportasi, konsultasi manajemen, perdagangan, dan pelayanan kepelabuhanan laut. Kedua entitas tersebut adalah PT Tujuh Raya Dewi (TRADE) dan PT Tujuh Rasa Daya (TRADA), yang dibentuk pada 12 Agustus 2026.
Kepemilikan Anak Usaha Baru
Pendirian TRADE dan TRADA dilakukan melalui dua anak usaha Indika Energy, yakni PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) dan PT Interport Mandiri Utama (IMU).
Struktur kepemilikan kedua perusahaan baru tersebut adalah sebagai berikut:
|
Pemegang saham |
Porsi kepemilikan |
|
PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) |
51% |
|
PT Interport Mandiri Utama (IMU) |
49% |
ILSS dan IMU merupakan anak perusahaan Indika Energy dengan kepemilikan tidak langsung lebih dari 99 persen. Karena itu, laporan keuangan TRADE dan TRADA akan dikonsolidasikan secara penuh ke dalam laporan keuangan INDY.
“Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi,” tulis Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono dalam keterbukaan informasi.
Fokus Bisnis TRADE dan TRADA
Berdasarkan informasi perusahaan, TRADE dan TRADA akan menjalankan kegiatan usaha yang relatif sama. Beberapa bidang usaha yang disiapkan meliputi:
Konsultasi manajemen lainnya.
Perdagangan besar berdasarkan balas jasa atau kontrak.
Angkutan multimoda untuk barang.
Angkutan bermotor untuk barang umum.
Pelayanan kepelabuhanan laut.
Pembentukan kedua entitas ini memperkuat posisi Indika Energy di sektor logistik dan infrastruktur pendukung. Meski demikian, perseroan belum mengungkapkan rencana bisnis yang lebih spesifik maupun kebutuhan investasi lanjutan untuk TRADE dan TRADA.
Bagian dari Strategi Diversifikasi
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indika Energy untuk mengembangkan portofolio bisnis non-batubara. Perseroan berupaya mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara dengan memperluas lini usaha ke sektor yang dinilai dapat mendukung keberlanjutan operasional grup.
Manajemen menyatakan bahwa pembentukan anak usaha baru tersebut telah disesuaikan dengan strategi diversifikasi dan fokus perseroan terhadap kegiatan usaha berkelanjutan.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi Perseroan serta untuk memastikan agar Perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan,” ujar Adi.
Namun, kontribusi finansial TRADE dan TRADA terhadap kinerja konsolidasian INDY belum dapat dipastikan karena kedua entitas tersebut baru saja didirikan dan belum memiliki rekam kinerja operasional yang panjang.
Kinerja Keuangan Semester I 2026
Ekspansi ini dilakukan ketika kinerja keuangan Indika Energy mengalami pertumbuhan. Pada semester I-2026, pendapatan INDY mencapai sekitar US$1,14 miliar, meningkat 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$956,81 juta.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga melonjak menjadi US$10,19 juta dari sebelumnya US$2,24 juta. Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 354,91 persen secara tahunan.
Peningkatan kinerja ditopang oleh kontribusi sejumlah anak usaha, termasuk Kideco Jaya Agung, Tripatra, dan Interport. Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, lini bisnis non-batubara Indika Energy juga terus mendapatkan perhatian sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perseroan.
Saham INDY Menguat
| (Foto Saham INDY dari Google Finansial) |

