Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Pemerintah Indonesia menargetkan produksi massal mobil listrik nasional (Mobnas) di kawasan Subang, Jawa Barat, mulai 2028, sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.

Target Produksi dan Kapasitas Pabrik

Target produksi awal (2028): 50.000 unit kendaraan per tahun.

Rencana jangka panjang: Kapasitas ditingkatkan hingga 300.000 unit per tahun seiring pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi.

Luas lahan tahap awal: 60 hektare, dengan rencana ekspansi hingga 539 hektare untuk menopang ekosistem manufaktur terpadu.

Proyek ini dirancang sebagai kawasan industri otomotif terintegrasi yang mendukung produksi Mobil Nasional dan Motor Listrik Nasional (Molinas), dengan PT Pindad disiapkan menjadi produsen utama mobil nasional.

Pernyataan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target ini saat meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) di Cikarang, Bekasi, pada 13 Agustus 2026.

“Kalau tidak salah tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta–Subang di kilometer 84 ada kompleks besar kita sedang bangun mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran.”

Presiden Prabowo menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya Indonesia menguasai sains dan teknologi, sekaligus mengurangi pengeluaran devisa negara yang mencapai US$28–30 miliar per tahun untuk impor BBM.

Strategi Dorong Adopsi Kendaraan Listrik

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik:

Skema tukar tambah: Mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke listrik, termasuk kemungkinan program tukar tambah kendaraan lama.

Insentif EV: Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut insentif kendaraan listrik akan dikaitkan dengan mobil dan motor listrik nasional, dengan skema masih difinalisasi.

Penghematan biaya: Prabowo menyebut penggunaan motor listrik dapat menghemat biaya mobilitas harian minimal 50%, bahkan hingga 70% dibanding motor bensin.

Ekosistem Kendaraan Listrik yang Lebih Luas

Pengembangan Mobnas di Subang merupakan bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional yang lebih luas, mencakup:

Motor listrik: Produksi Molinas telah mencapai 20.000 unit, dengan target peningkatan hingga 200.000 unit dan selanjutnya 2 juta unit.

Bus dan traktor listrik: Pemerintah mendorong pengembangan berbagai jenis kendaraan listrik untuk memperluas penggunaan listrik sebagai sumber energi utama.

Energi terbarukan: Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW dalam empat tahun serta pengurangan penggunaan pembangkit diesel.

Konteks Industri Otomotif di Subang

Kawasan Subang kini menjadi pusat produksi kendaraan listrik dengan kehadiran beberapa pabrikan:

VinFast: Pabrik di Subang telah beroperasi sejak Desember 2025, dengan kapasitas awal 50.000 unit per tahun dan target ekspansi hingga 350.000 unit.

BYD: Pabrik BYD di Subang Smartpolitan sudah mulai produksi lokal untuk model M6 EV, M6 DM, dan Atto 1, dengan kapasitas desain hingga 150.000 unit per tahun.

Mobnas Pindad: Fasilitas produksi mobil nasional yang dikembangkan PT Pindad direncanakan berdiri di Subang dengan target produksi awal 100.000 unit pada 2028.

Tantangan dan Harapan

Meski target produksi 2028 sudah ditetapkan, proyek Mobnas menghadapi tantangan persaingan dengan pabrikan besar dari Jepang, Korea Selatan, dan China. Prabowo mengapresiasi kelompok usaha dalam negeri yang berani mengembangkan industri motor dan mobil listrik nasional meski menghadapi persaingan ketat tersebut.

Keberhasilan proyek ini akan bergantung pada kesiapan rantai pasok komponen, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, serta efektivitas insentif dan program tukar tambah untuk mendorong adopsi massal kendaraan listrik di Indonesia.

 

Next Post Previous Post