Jack Ma Beli Saham Alibaba Lebih dari 600 Juta HKD, Tegaskan Optimisme terhadap AI
Pendiri Alibaba Group Holding, Jack Ma, membeli saham Alibaba senilai lebih dari 600 juta dolar Hong Kong pada 25 Agustus 2026. Aksi tersebut dipandang sebagai sinyal kuat kepercayaan terhadap strategi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perusahaan.
Langkah Jack Ma itu turut diikuti oleh pimpinan tertinggi Alibaba. Chairman Alibaba Joe Tsai dan CEO Eddie Wu Yongming juga menambah kepemilikan saham dalam dua hari terakhir, dengan nilai transaksi gabungan mencapai sekitar 202 juta HKD.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Hong Kong, Joe Tsai membeli saham Alibaba senilai sekitar 80 juta HKD pada Senin. Ia kemudian kembali melakukan pembelian senilai 82 juta HKD pada Selasa.
Pada hari yang sama dengan transaksi pertama Tsai, Eddie Wu juga membeli saham Alibaba sekitar 40 juta HKD. Serangkaian pembelian oleh para petinggi ini memperlihatkan dukungan internal terhadap arah pertumbuhan perusahaan, terutama pada pengembangan teknologi AI dan layanan komputasi awan.
Sinyal Kepercayaan terhadap Strategi AI
Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada South China Morning Post bahwa pembelian saham oleh Jack Ma mencerminkan keyakinannya terhadap masa depan Alibaba.
“Pembelian ini menunjukkan keyakinan kuat Jack Ma terhadap Alibaba untuk merealisasikan ambisi AI dan menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang di masa depan,” kata sumber tersebut.
Aksi korporasi ini berlangsung ketika Alibaba terus meningkatkan investasi pada infrastruktur AI, model kecerdasan buatan, serta layanan cloud. Perusahaan berupaya memperluas perannya di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat, khususnya dalam pasar AI generatif dan komputasi awan.
Investor Institusional Serap Saham Baru
Dukungan terhadap strategi Alibaba tidak hanya datang dari kalangan internal. Lembaga dana kekayaan negara (sovereign wealth funds) dan investor institusional jangka panjang dilaporkan menyerap lebih dari 40 persen dari total alokasi saham baru.
Partisipasi investor besar tersebut dinilai memperkuat persepsi pasar bahwa rencana ekspansi AI Alibaba memiliki prospek jangka panjang. Masuknya pemodal institusional juga dapat menjadi indikator kepercayaan terhadap kemampuan perusahaan dalam mengubah investasi teknologi menjadi pertumbuhan pendapatan.
Bisnis AI Cloud Tumbuh Tiga Digit
| (Foto Saham Alibaba Group dari Google Finansial) |

