KEK Kura Kura Bali Berpotensi Tarik Investasi Digital Global

KEK Kura Kura Bali Berpotensi Tarik Investasi Digital Global

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali terus dikembangkan sebagai pusat pariwisata berkualitas, inovasi, ekonomi kreatif, hingga layanan keuangan. Pengembangan tersebut dinilai berpotensi menarik investasi digital global sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Dukungan terhadap pengembangan kawasan ini datang dari Xepeng, platform penyelesaian aset digital yang dioperasikan oleh BaliCASH. Pada Senin, 3 Agustus 2026, Xepeng mengumumkan kehadirannya melalui sistem yang memungkinkan aset digital dikonversi secara langsung menjadi Rupiah dan disalurkan ke rekening bank lokal.

Xepeng Hubungkan Aset Digital dengan Ekonomi Riil

CEO Xepeng, Penke Pancapuri, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk memudahkan transaksi investor, wisatawan internasional, serta pelaku usaha. Di sisi lain, merchant tetap menerima hasil transaksi dalam bentuk Rupiah secara langsung melalui rekening bank lokal.

“Di titik inilah Xepeng mengklaim perannya: menyalurkan aset digital ke perekonomian riil tanah air melalui penyelesaian transaksi dalam mata uang Rupiah,” ujar Penke, seperti dikutip Investor Daily.

Berbeda dari sistem pembayaran aset digital pada umumnya, Xepeng tidak menjadikan aset digital sebagai alat pembayaran langsung. Aset digital hanya berfungsi sebagai sumber dana yang dikonversi terlebih dahulu menjadi Rupiah sebelum diterima oleh merchant.

Dengan skema tersebut, merchant tidak perlu memiliki dompet aset digital maupun mengelola stablecoin. Dana hasil transaksi akan diterima dalam bentuk Rupiah secara utuh dan dikirimkan ke rekening bank penerima di Indonesia.

Pembayaran Menggunakan USDT dan USDC

Dalam penerapannya, merchant dapat membuat tautan pembayaran melalui dashboard Xepeng atau mengintegrasikan layanan tersebut menggunakan API. Tautan pembayaran kemudian dapat dibagikan kepada pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara dan investor dari luar negeri.

Pelanggan dapat menyelesaikan pembayaran menggunakan aset digital stabil atau stablecoin, seperti USDT dan USDC. Setelah pembayaran dilakukan, proses konversi dijalankan melalui penyedia layanan aset keuangan digital berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dana yang telah dikonversi selanjutnya disalurkan dalam bentuk Rupiah ke rekening bank lokal milik merchant atau penerima dana. Mekanisme ini membuat pelaku usaha tidak perlu menghadapi risiko pengelolaan aset digital secara langsung.

Dilengkapi e-KYC dan Sistem AML

Untuk mendukung keamanan serta kepatuhan regulasi, transaksi Xepeng dilengkapi dengan proses verifikasi elektronik Know Your Customer atau e-KYC. Platform ini juga menerapkan penyaringan Anti-Pencucian Uang atau AML.

Selain itu, Xepeng menyediakan jejak audit untuk membantu meningkatkan transparansi setiap transaksi. Fitur tersebut penting bagi pelaku usaha yang melayani pelanggan internasional dan membutuhkan sistem pembayaran dengan pencatatan yang jelas.

Target pasar Xepeng mencakup hotel, vila, restoran, operator tur, agen perjalanan, serta berbagai penyedia jasa wisata lainnya. Kelompok usaha tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk melayani wisatawan global yang semakin terbiasa menggunakan aset digital dalam aktivitas keuangan.

Mendukung Rencana Pusat Keuangan Internasional

KEK Kura Kura Bali diproyeksikan menjadi kawasan terintegrasi yang menggabungkan pariwisata, gaya hidup, ekonomi kreatif, pendidikan, inovasi, dan pengembangan bisnis berkelanjutan. Pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan sektor keuangan di Bali, termasuk peluang pembentukan pusat keuangan internasional.

Dalam rencana tersebut, KEK Kura Kura Bali menyiapkan ekosistem Knowledge District yang berfokus pada inovasi, pendidikan, riset, serta pengembangan sumber daya manusia. Kawasan ini juga dilengkapi Business Hub yang diarahkan menjadi ruang kolaborasi bagi investasi dan pembiayaan global.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dan menyerap 2.146 tenaga kerja. Data tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini mulai memainkan peran penting dalam menarik investasi dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di Bali.

Xepeng Ingin Jadi Infrastruktur Transaksi KEK

KEK Kura Kura Bali Berpotensi Tarik Investasi Digital Global

Xepeng menyatakan ambisinya untuk menjadi salah satu infrastruktur utama penyelesaian transaksi di KEK Kura Kura Bali. Perusahaan tersebut menilai sistem konversi aset digital ke Rupiah dapat membantu memperlancar investasi lintas negara dan perdagangan internasional.

Bagi merchant, model ini menawarkan proses penerimaan dana yang lebih sederhana karena hasil akhir transaksi tetap menggunakan Rupiah. Sementara bagi wisatawan dan investor internasional, layanan tersebut memberikan alternatif pembayaran dengan aset digital tanpa mengharuskan pelaku usaha lokal mengelola aset digital secara mandiri.

Jika diterapkan secara luas dan tetap mengikuti ketentuan regulator, infrastruktur tersebut berpotensi memperkuat konektivitas antara modal digital global dan sektor pariwisata Indonesia. Pada saat yang sama, transaksi tetap diselesaikan melalui sistem perbankan domestik dan menggunakan mata uang Rupiah.

 

Next Post Previous Post