Kontroversi Niu Lai: Dipuji Netizen, Ditarik Bioskop di Kota Asalnya

Kontroversi Niu Lai: Dipuji Netizen, Ditarik Bioskop di Kota Asalnya

Film animasi Tiongkok Niu Lai (The Cow is Coming) mendadak viral pada Agustus 2026 karena kombinasi keunikan produksi, meme media sosial, dan momentum budaya—lalu benar-benar menembus box office China dengan pendapatan puluhan juta yuan.

Profil singkat Niu Lai

Niu Lai adalah film animasi Tiongkok tahun 2026 berdurasi 86 menit, diproduksi oleh Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media.

Film ini digarap hanya oleh dua orang: sutradara Xin Yumeng dan ibunya, Sun Lifang, yang merangkap penulis skenario, pengisi suara, hingga penyanyi lagu tema.

Proses pengerjaan memakan waktu lima tahun (sejak 2021) dengan anggaran mandiri yang sangat minim, sehingga visual dan gerakannya terlihat “kasar” dibanding standar animasi modern.

Awal tayang sepi, lalu meledak karena media sosial

Saat rilis perdana pada 5 Agustus 2026, Niu Lai hampir tidak mendapat promosi dan hanya menjual sekitar 300 tiket dalam 10 hari pertama, dengan pendapatan sekitar 7.705 yuan (sekitar Rp16,8 juta).

Setelah potongan klipnya menyebar di media sosial, film ini justru jadi bahan meme besar-besaran karena visual kaku, gerakan aneh, dan alur yang terasa abstrak.

Rasa penasaran penonton untuk membuktikan “seberapa buruk dan kocak” film ini membuat bioskop mendadak ramai; pada 16 Agustus 2026 saja, pendapatan hariannya melonjak hingga 4,85 juta yuan.

Total akumulasi pendapatannya dilaporkan melampaui 5,58 juta yuan dan diproyeksikan bisa tembus 18,37 juta yuan (sekitar Rp40 miliar) selama masa tayang.

Tiga faktor utama di balik viralnya Niu Lai

1) Karya “buatan tangan” di era AI

Di tengah gempuran konten berbasis AI, banyak netizen Tiongkok justru mengapresiasi cacat visual Niu Lai sebagai tanda keaslian: karya murni buatan manusia yang digarap dengan ketulusan selama lima tahun oleh tim ibu–anak.

Kesederhanaan teknisnya dianggap antitesis terhadap produksi yang terlalu halus dan terstandarisasi, sehingga memunculkan narasi “autentik” yang menarik simpati publik.

2) Simbol “bullish” bagi pasar saham

Kata “Niu” (sapi) dalam konteks pasar keuangan identik dengan “bullish”, yaitu kondisi pasar yang sedang menguat.

Fenomena ini menarik investor dan pelaku bursa saham lokal; banyak yang membeli tiket bioskop Niu Lai seolah-olah sebagai “ritual” atau simbol harapan agar harga saham mereka ikut naik.

3) Komedi absurd yang menghibur

Laporan media lokal menyebut suasana bioskop saat penayangan Niu Lai seperti “roller coaster”: adegan-adegan absurd (misalnya sapi digigit ular) memicu puluhan gelak tawa dalam 15 menit pertama.

Penonton pun aktif merekam momen kocak tersebut, yang kemudian kembali memperkuat siklus viral di media sosial.

Apakah Niu Lai benar masuk box office China?

Ya. Data dari platform pelacak film Dengta mencatat Niu Lai berhasil masuk ke dalam 10 besar film animasi Tiongkok terlaris tahun 2026.

Dari hampir nol di awal tayang, pendapatan hariannya melesat hingga jutaan yuan, dengan total akumulasi di atas 5,58 juta yuan dan proyeksi bisa mendekati 18,37 juta yuan.

Di sejumlah kota besar seperti Shanghai, Nanjing, dan Tianjin, puluhan bioskop bahkan menambah jam tayang untuk memenuhi antusiasme penonton.

Kontroversi dan kritik industri

Di kota asalnya, Dalian, beberapa bioskop dilaporkan menarik Niu Lai dari jadwal tayang atas instruksi tertentu, karena khawatir kualitasnya yang “terlalu buruk” merusak citra kota.

Pengamat perfilman dan media seperti Beijing News mengkritik popularitas film berteknik rendah ini, menilai berpotensi menjadi “pukulan mundur” bagi industri animasi nasional dan merusak standar kepercayaan penonton terhadap kualitas sinema Tiongkok ke depan.

 

Next Post Previous Post