Kurs Dolar-Rupiah, Kamis 20 Agustus 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.783

 

Kurs Dolar-Rupiah, Kamis 20 Agustus 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.783
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di level Rp17.783-17.804 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi pelemahan dolar AS serta sentimen kebijakan moneter Bank Indonesia dan bank sentral AS.

Rupiah Menguat pada Perdagangan Hari Ini

Mengacu pada data perdagangan USD/IDR, dolar AS berada di kisaran Rp17.783. Dengan demikian, setiap pembelian 1 dolar AS membutuhkan sekitar Rp17.783.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat menguat ke level Rp17.819 per dolar AS atau naik 23 poin, setara dengan penguatan sekitar 0,12 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Sehari sebelumnya, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp17.840 per dolar AS. Sementara itu, kurs JISDOR Bank Indonesia pada 19 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp17.844 per dolar AS.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Analis Doo Financial Futures memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat sepanjang perdagangan Kamis. Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS berdasarkan sentimen pelemahan dolar AS.

Sementara itu, proyeksi analis lain memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak lebih luas di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Rentang tersebut menunjukkan bahwa pasar masih menghadapi volatilitas tinggi.

Sentimen yang Memengaruhi Kurs

Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan dolar-rupiah hari ini antara lain:

Dolar AS mengalami tekanan setelah muncul kabar rencana pemerintah Amerika Serikat untuk menggandakan operasi buyback.

Pelemahan dolar AS mendorong investor memburu aset dan obligasi jangka panjang.

Sejumlah mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS.

Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur 18–19 Agustus 2026.

Pasar masih menantikan arah kebijakan The Federal Reserve melalui risalah FOMC.

Bank Indonesia menyatakan keputusan mempertahankan suku bunga ditujukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global, sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Next Post Previous Post