Laba Bersih PT Darma Henwa Tbk Melonjak 164 Persen Kuartal II 2026

Laba Bersih PT Darma Henwa Tbk Melonjak 164 Persen Kuartal II 2026

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada kuartal II-2026. Laba bersih perseroan mencapai sekitar Rp262 miliar, melonjak 164 persen secara tahunan dan naik 182 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kinerja tersebut mendorong laba bersih DEWA sepanjang semester I-2026 menjadi Rp354,28 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, angka ini meningkat 88,93 persen dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp187,44 miliar.

Pendapatan DEWA Tumbuh 3,22 Persen

Selain mencatatkan kenaikan laba, pendapatan DEWA juga mengalami pertumbuhan. Pada semester I-2026, emiten jasa pertambangan tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp3,20 triliun, naik 3,22 persen secara tahunan dari Rp3,10 triliun.

Penurunan beban pokok pendapatan turut memperkuat kinerja keuangan perseroan. Laba bruto DEWA meningkat 23,45 persen menjadi Rp612,16 miliar dari sebelumnya Rp495,87 miliar. Sementara itu, laba operasional tercatat naik 11,4 persen secara tahunan menjadi Rp409,7 miliar.

Meski demikian, kenaikan laba bersih belum sepenuhnya mencerminkan penguatan kinerja operasional inti. Perseroan mencatat keuntungan lain-lain sebesar Rp255,7 miliar yang sebagian besar berasal dari keuntungan belum direalisasi atas perubahan nilai wajar investasi.

Beban Bunga Masih Menjadi Perhatian

Mandiri Sekuritas menilai kinerja operasional riil DEWA masih menghadapi tekanan. Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan beban keuangan, terutama biaya bunga yang meningkat 70 persen menjadi Rp207 miliar.

Beban operasional perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 47 persen pada periode yang sama. Jika keuntungan dari penyesuaian nilai investasi tidak diperhitungkan, laba bersih inti DEWA pada semester I-2026 masih mengalami tekanan. Sejumlah analis memperkirakan laba inti perseroan melemah dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, EBITDA DEWA pada kuartal II-2026 tumbuh 11,7 persen secara kuartalan menjadi Rp494 miliar. Total EBITDA pada semester I-2026 mencapai Rp936 miliar, sedangkan margin EBITDA meningkat menjadi 29,2 persen dari 26,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Kontrak Sebuku Sejaka Jadi Katalis

Prospek kinerja DEWA diperkirakan mulai membaik pada kuartal IV-2026. Perbaikan tersebut diharapkan berasal dari pengerjaan kontrak pemindahan lapisan tanah penutup atau waste removal sebesar 55 juta bank cubic meter (bcm).

Perseroan juga membidik target produksi batu bara sebesar 5 juta ton dari proyek Sebuku Sejaka Coal. Kontrak tersebut menjadi salah satu katalis penting bagi pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas DEWA pada paruh kedua tahun ini.

Selain proyek Sebuku Sejaka Coal, DEWA menargetkan pengerjaan 100 persen pemindahan lapisan tanah penutup secara mandiri pada 2026. Perseroan membidik volume pemindahan tanah penutup hingga 150 juta bcm di proyek Kaltim Prima Coal (KPS) dan Arutmin.

Mandiri Sekuritas Pertahankan Rekomendasi Beli

Dengan mempertimbangkan prospek kontrak baru dan peningkatan kapasitas operasional, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham DEWA. Sekuritas tersebut menetapkan target harga DEWA di level Rp700 per saham.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kualitas laba perseroan. Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi bersifat non-operasional dan belum tentu berulang, sementara kenaikan biaya bunga serta beban operasional masih dapat menekan laba inti.

Di segmen lain, proyek tambang emas Gayo Mineral masih berada dalam tahap eksplorasi. Perseroan berencana mengumumkan estimasi cadangan tambang tersebut pada tahun depan.

 

Next Post Previous Post