Penjualan Emas Antam Semester I 2026 Capai 18 Ton

Penjualan Emas Antam Semester I 2026 Capai 18 Ton

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan volume penjualan emas sebesar 18.080 kilogram sepanjang semester I-2026. Meski demikian, capaian itu masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang menembus 29.262 kilogram.

Penjualan Emas Semester I-2026

Berdasarkan laporan yang dilansir Investor Daily pada Sabtu (1/8/2026), penjualan emas Antam pada kuartal II-2026 mencapai 9.615 kilogram. Angka ini menjadi penopang utama kinerja penjualan emas sepanjang paruh pertama tahun ini.

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2025, volume penjualan emas tersebut juga lebih rendah, mengingat pada periode tersebut Antam sempat membukukan penjualan 15.566 kilogram. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan pada sisi penjualan meski permintaan emas domestik tetap berjalan.

Produksi Emas Masih Stabil

Dari sisi produksi, Antam justru mencatat pertumbuhan pada kuartal II-2026. Produksi emas perusahaan naik 12 persen menjadi 232 kilogram dari sebelumnya 208 kilogram pada kuartal II-2025.

Namun secara akumulatif, produksi emas sepanjang semester I-2026 sedikit terkoreksi menjadi 433 kilogram, turun tipis dari 438 kilogram pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kinerja produksi masih relatif stabil, meski belum sepenuhnya meningkat.

Fokus Perkuat Pasar Domestik

Manajemen Antam menyampaikan bahwa perseroan terus berfokus menjaga kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik. Antam juga menegaskan komitmennya menghadirkan logam mulia yang berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra strategis di dalam negeri.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri emas nasional serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal. Di saat yang sama, Antam juga terus mengembangkan kanal distribusi agar daya saing bisnis tetap terjaga.

Kinerja Komoditas Lain

Tidak hanya emas, komoditas lain Antam juga menunjukkan perkembangan positif. Produksi bijih nikel sepanjang semester I-2026 mencapai 7,78 juta wet metric ton (wmt), dengan capaian kuartal II-2026 sebesar 3,90 juta wmt.

Penjualan bijih nikel selama semester I-2026 tercatat 6,77 juta wmt dan seluruhnya dialokasikan untuk kebutuhan smelter serta pabrik feronikel domestik. Sementara itu, penjualan feronikel pada kuartal II-2026 melonjak 420 persen menjadi 4.802 ton nikel dalam feronikel (TNi) dibandingkan 924 TNi pada kuartal II-2025.

Secara kumulatif, penjualan feronikel Antam pada semester I-2026 mencapai 7.605 TNi, naik 32 persen secara tahunan. Di sisi lain, sektor bauksit juga membukukan pertumbuhan penjualan 24 persen menjadi 1,26 juta wmt, sedangkan PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) mencatat penjualan chemical grade alumina (CGA) sebesar 100.437 ton atau naik 10 persen pada periode yang sama.

 

Next Post Previous Post