Pertamina Drilling Weatherford Jalin Kerja Sama Sektor Energi
PT Pertamina Drilling Services Indonesia memperluas peluang bisnis melalui kemitraan strategis dengan perusahaan jasa energi global, Weatherford. Kedua perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Bali pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kesepakatan yang berlaku selama dua tahun itu ditandatangani Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita dan Authorized Signatory Weatherford Mohammed Dadhiwala. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat kapabilitas, teknologi, serta jaringan bisnis Pertamina Drilling di industri energi.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan kemitraan dengan Weatherford menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan pengeboran berstandar global.
“Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Drilling untuk terus menghadirkan layanan pengeboran berkelas dunia melalui kolaborasi dengan mitra global yang memiliki pengalaman dan teknologi terbaik,” ujar Avep.
Melalui kerja sama ini, Pertamina Drilling dan Weatherford akan menjajaki peluang penyediaan jasa di sektor minyak dan gas bumi maupun panas bumi. Ruang lingkup kolaborasi mencakup layanan pengeboran, evaluasi formasi, komplesi sumur, intervensi sumur, optimisasi produksi, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Avek menilai sinergi tersebut berpotensi menciptakan peluang bisnis baru sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor energi nasional.
“Kami optimistis sinergi ini akan membuka peluang bisnis baru, memperkuat pengembangan kompetensi SDM, serta memberikan nilai tambah bagi industri minyak, gas, dan panas bumi di Indonesia maupun pasar internasional,” katanya.
Weatherford dikenal sebagai perusahaan jasa energi global yang menyediakan solusi digital terintegrasi dan teknologi untuk mendukung kegiatan operasional pengeboran. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penerapan teknologi pengeboran yang lebih aman, efektif, dan efisien di Indonesia.
Menurut Avep, kerja sama tersebut sejalan dengan strategi Pertamina Drilling dalam memperkuat daya saing industri pengeboran nasional serta mendukung agenda keberlanjutan energi.
“Sinergi ini sejalan dengan strategi Pertamina Drilling dalam meningkatkan daya saing industri pengeboran nasional dan mendukung keberlanjutan energi,” ucapnya.
Di sisi lain, penguatan eksplorasi hulu migas juga mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai percepatan eksplorasi penting untuk meningkatkan produksi energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah maupun bahan bakar minyak.
“Ketahanan energi merupakan hal yang sangat penting, sehingga kita harus mempercepat, memperkuat eksplorasi untuk melakukan peningkatan dari lifting migas kita,” kata Eddy Soeparno.
Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan gas domestik juga menjadi bagian strategis dalam mendukung transisi menuju energi beremisi lebih rendah. Namun, langkah tersebut memerlukan regulasi yang kondusif, kepastian hukum, serta insentif fiskal agar investasi eksplorasi dapat tumbuh optimal.
“Hal itu penting agar kita bisa mengurangi impor minyak mentah dan BBM yang selama ini kita lakukan, termasuk juga memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri,” lanjut Eddy.

