Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 21 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Setelah menguat tajam 1,68% ke level 6.501,59 pada Kamis, investor berpotensi melakukan aksi ambil untung, terutama pada saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat.
Penguatan Kamis ditopang oleh sentimen eksternal yang membaik. Bursa Asia bergerak positif setelah Wall Street menguat, seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, aliran dana asing juga menjadi katalis positif. Pada sesi pertama Kamis, investor asing mencatatkan net buy Rp648,22 miliar, dengan AMMN, ANTM, BRMS, dan BBRI menjadi sejumlah saham yang banyak diburu.
Namun, kenaikan IHSG yang cukup besar meningkatkan risiko profit taking. Investor juga masih perlu mencermati arah suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, harga komoditas, serta perkembangan geopolitik.
Perkiraan level IHSG
Support 1: 6.450.
Support 2: 6.394.
Resistance 1: 6.530.
Resistance 2: 6.580.
Kisaran perdagangan: 6.430–6.570.
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan di atas 6.450 dan menembus 6.530 dengan dukungan volume transaksi. Sebaliknya, pelemahan di bawah 6.450 dapat membuka ruang koreksi menuju area 6.400–6.394.
Sentimen Pasar
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% dalam keputusan Agustus 2026. Stabilnya suku bunga dapat membantu menjaga daya tarik aset keuangan domestik, meskipun investor tetap akan memperhatikan sikap bank sentral Amerika Serikat dan arah imbal hasil US Treasury.
Dari sisi domestik, perhatian pasar pada Jumat dapat tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi Indonesia, termasuk transaksi berjalan dan pertumbuhan uang beredar M2. Data tersebut berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi likuiditas, stabilitas eksternal, dan prospek perekonomian nasional.
Di pasar saham, arus dana asing masih menjadi faktor penting. Pada sesi pertama Kamis, AMMN mencatatkan net foreign buy sekitar Rp333,40 miliar, ANTM Rp114,91 miliar, dan BRMS Rp105,51 miliar. Meski demikian, besarnya kenaikan IHSG membuat strategi pembelian bertahap lebih prudent dibanding mengejar harga saat pembukaan.
Rekomendasi Saham
1. AMMN
AMMN menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli investor asing pada sesi pertama Kamis. Saham ini dapat diperhatikan selama mampu bertahan di atas area support terdekat dan kembali menguat dengan volume transaksi yang meningkat.
Strategi: buy on weakness.
Target awal: resistance terdekat.
Stop loss: apabila turun menembus support dan disertai volume besar.
Risiko utama AMMN berasal dari volatilitas harga komoditas serta aksi ambil untung setelah kenaikan pasar.
2. ANTM
ANTM memperoleh dukungan dari arus dana asing dan sentimen komoditas. Saham ini menarik untuk strategi jangka pendek, tetapi investor sebaiknya tidak mengejar harga apabila dibuka melonjak terlalu tinggi.
Strategi: akumulasi bertahap.
Target: resistance terdekat dengan trailing stop.
Stop loss: di bawah area support harian.
Pergerakan emas dan nikel tetap menjadi faktor yang perlu dipantau.
3. BRMS
BRMS termasuk saham dengan net foreign buy besar pada sesi pertama Kamis. Momentum masih terbuka, tetapi karakter pergerakannya cenderung volatil sehingga ukuran posisi perlu dibatasi.
Strategi: buy on weakness.
Konfirmasi: harga bertahan di atas support dan volume tetap sehat.
Stop loss: ketat jika terjadi pembalikan arah.
Saham ini lebih sesuai untuk investor dengan toleransi risiko tinggi dan horizon trading pendek.
4. BBRI
BBRI dapat menjadi pilihan yang lebih defensif di tengah konsolidasi karena termasuk saham bank berkapitalisasi besar dan menjadi salah satu saham yang diburu asing pada perdagangan Kamis.
Strategi: buy on weakness.
Fokus: menjaga posisi di atas support psikologis.
Target: resistance terdekat secara bertahap.
Investor sebaiknya menunggu koreksi ringan sebelum masuk, mengingat kenaikan IHSG pada Kamis cukup agresif.
5. TINS
TINS layak masuk radar karena sebelumnya tercatat sebagai salah satu saham dengan net buy asing terbesar ketika pasar mengalami koreksi. Saham ini dapat memperoleh dukungan dari sentimen logam dan ekspektasi pemulihan harga komoditas.
Strategi: trading buy saat terjadi pullback.
Target: resistance terdekat.
Stop loss: jika tekanan jual meningkat dan support ditembus.
Strategi Perdagangan
Untuk Jumat, investor dapat menerapkan pendekatan berikut:
Hindari mengejar saham yang langsung naik tinggi pada pembukaan.
Prioritaskan saham dengan arus dana asing dan volume transaksi yang meningkat.
Gunakan strategi buy on weakness, bukan pembelian sekaligus.
Batasi risiko dengan stop loss sekitar 3–5%, disesuaikan dengan volatilitas masing-masing saham.
Ambil sebagian keuntungan ketika target awal tercapai.
Skenario positif terjadi jika IHSG bertahan di atas 6.450 dan kembali menembus 6.530. Dalam skenario tersebut, saham bank besar dan komoditas berpeluang melanjutkan penguatan. Skenario negatif muncul jika IHSG turun di bawah 6.450, yang dapat memicu aksi ambil untung menuju area 6.394.
Catatan: Rekomendasi di atas bersifat edukasi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko, kondisi portofolio, serta melakukan analisis mandiri sebelum bertransaksi.

