Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 28 Agustus 2026
Penutupan IHSG
IHSG menutup perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, naik 116,06 poin atau 1,81% ke 6.521,75. Indeks bergerak dari level terendah 6.376,65 hingga ditutup tepat di puncak hariannya. Sebanyak 553 saham menguat, 96 melemah, dan 138 stagnan; nilai transaksi mencapai Rp13,65 triliun.
Rebound tersebut terjadi setelah IHSG terkoreksi 1,48% pada perdagangan Rabu. Penguatan berlangsung luas di seluruh sektor, dengan sektor kesehatan memimpin kenaikan 6,26%, diikuti konsumer nonprimer, utilitas, properti, barang baku, industri, energi, teknologi, dan keuangan.
Prediksi IHSG Jumat
Analis memperkirakan IHSG cenderung bergerak mendatar pada rentang 6.450–6.580. Secara teknikal, indeks telah kembali di atas MA5 dan histogram MACD masih positif. Namun, stochastic RSI yang menurun di area pivot mengindikasikan pasar rentan konsolidasi setelah reli tajam.
|
Indikator |
Level |
|
Support 1 |
6.454 |
|
Support 2 |
6.358 |
|
Resistance 1 |
6.552 |
|
Resistance 2 |
6.654 |
|
Kisaran proyeksi |
6.450–6.580 |
Level 6.552 menjadi hambatan awal. Jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, ruang penguatan dapat terbuka menuju 6.580 hingga resistance berikutnya di 6.654. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas 6.454 dapat memicu koreksi teknikal menuju 6.358.
Sentimen Pasar
Beberapa faktor yang perlu dicermati investor:
Pidato Ketua The Fed dalam simposium Jackson Hole dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga AS, dolar AS, serta arus dana ke pasar berkembang.
Inflasi inti PCE AS Juli tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, masih di atas target inflasi jangka panjang The Fed sebesar 2%.
Rupiah melemah 0,11% menjadi Rp17.744 per dolar AS, sehingga berpotensi membatasi penguatan saham-saham sensitif terhadap arus modal asing.
Pasar menantikan rebalancing indeks MSCI yang berlaku mulai 1 September 2026, yang berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham-saham terkait.
Rekomendasi Saham
| (Foto Saham BRMS dari Google Finansial) |
|
Saham |
Strategi |
Pertimbangan |
|
BBCA |
Buy on weakness |
Saham bank besar ini menjadi salah satu penopang IHSG pada Kamis.
Riset jangka pendek sebelumnya menempatkan BBCA sebagai pilihan beli dengan
target Rp8.075. |
|
BMRI |
Buy on weakness |
BMRI berkontribusi 4,35 poin terhadap penguatan IHSG. Saham ini juga
sebelumnya direkomendasikan dengan target Rp5.400 dan menjadi salah satu
saham yang banyak dibeli investor asing saat IHSG melemah pada 26 Agustus. |
|
BRMS |
Speculative buy |
BRMS merupakan salah satu kontributor penguatan indeks terbesar pada
Kamis. Saham ini cocok untuk trader agresif yang siap menerapkan batas
kerugian secara ketat. |
|
DSSA |
Speculative buy |
DSSA menyumbang 6,40 poin terhadap IHSG dan sebelumnya masuk daftar
trading idea sejumlah analis. Volatilitasnya relatif tinggi, sehingga
sebaiknya gunakan porsi terbatas. |
|
SRAJ |
Trading buy selektif |
SRAJ menjadi kontributor terbesar IHSG dengan sumbangan 9,19 poin.
Momentum sektor kesehatan kuat, tetapi kenaikan 6,26% pada indeks sektornya
juga meningkatkan risiko profit taking. |
Strategi yang lebih konservatif adalah menunggu IHSG bertahan di atas 6.454 dan membeli saham berfundamental besar saat koreksi intraday. Untuk saham berkarakter spekulatif seperti BRMS, DSSA, dan SRAJ, hindari mengejar harga setelah lonjakan serta tetapkan stop loss sejak awal.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi pasar dan bukan ajakan membeli atau menjual efek. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko, horizon investasi, dan batas kerugian masing-masing.

