IHSG Menguat 1,81 Persen, Tembus Level 6.521
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Penguatan Merata di Seluruh Sektor
Seluruh indeks sektoral berakhir di zona hijau. Sektor perindustrian menjadi penopang kenaikan tertinggi dengan lonjakan 3,95 persen. Sektor barang konsumen siklikal menyusul dengan penguatan 3,79 persen, sedangkan sektor kesehatan naik 2,76 persen.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga cukup ramai. Total volume transaksi mencapai sekitar 34,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,07 triliun. Indeks LQ45 turut menguat 1,35 persen dan ditutup pada level 641,07.
Saham Penggerak Kenaikan
| (Foto Saham DEWA dari Google Finansial) |
Sejumlah Saham Tetap Terkoreksi
Meski pasar secara keseluruhan bergerak positif, beberapa saham masih ditutup melemah. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 0,36 persen dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 0,28 persen. Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berakhir tanpa perubahan harga.
Pelemahan terdalam di pasar reguler dicatatkan PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), yang turun 14,93 persen. PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) terkoreksi 14,73 persen, sedangkan PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) melemah 9,01 persen.
Kontras dengan Bursa Asia
Kinerja positif IHSG terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia justru berakhir melemah pada perdagangan Kamis sore. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen domestik mampu menopang pasar saham Indonesia di tengah tekanan yang terjadi di kawasan.

