Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa, 18 Agustus 2026

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa, 18 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Pelaku pasar akan mencermati momentum rebound IHSG setelah indeks ditutup menguat signifikan pada perdagangan terakhir, sekaligus mengantisipasi potensi volatilitas setelah libur Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 17 Agustus 2026.

Pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, IHSG menguat 1,59% atau 100,123 poin ke level 6.401,888. IHSG sempat bergerak di rentang 6.267 hingga 6.401, setelah dibuka pada level 6.301. Penguatan terjadi di tengah kenaikan mayoritas sektor, termasuk sektor energi, kesehatan, properti, infrastruktur, dan transportasi.

Prediksi IHSG

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa, 18 Agustus 2026
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguji area 6.450–6.480 pada perdagangan Selasa. Secara teknikal, Stochastic RSI disebut membentuk golden cross di area pivot, sedangkan histogram positif MACD semakin melebar. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang penguatan lanjutan dalam jangka pendek.

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak menuju rentang 6.440–6.544. Level support IHSG berada di 6.201 dan 6.029, sedangkan resistance terdekat berada di 6.454 dan 6.599.

Dengan demikian, IHSG diperkirakan bergerak dengan skenario berikut:

Skenario bullish: IHSG menembus 6.454 dan melanjutkan kenaikan menuju 6.544–6.599.

Skenario konsolidasi: IHSG bergerak mendatar di sekitar 6.400–6.450 sambil menunggu katalis baru.

Skenario bearish: IHSG gagal mempertahankan momentum dan terkoreksi menuju area support 6.201.

Investor juga perlu memperhatikan potensi gap pembukaan karena perdagangan saham kembali berlangsung setelah libur satu hari. Aktivitas perdagangan BEI pada pekan tersebut berlangsung selama empat hari, dengan transaksi kembali dibuka pada Selasa hingga Jumat.

Sentimen Pasar

Salah satu sentimen positif berasal dari optimisme terhadap perekonomian nasional. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga semester I-2026 mencapai 5,45%, yang disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6% pada akhir tahun.

Pergerakan rupiah turut menjadi perhatian investor. Pada perdagangan terakhir, rupiah menguat 0,28% ke level Rp17.827 per dolar AS. Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah berada di sekitar Rp17.500 per dolar AS dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko, terutama perkembangan tinjauan MSCI terhadap pasar saham Indonesia, arus dana asing, pergerakan rupiah, serta sentimen bursa global. Penguatan IHSG yang cukup tajam pada Jumat juga berpotensi mendorong aksi ambil untung pada awal perdagangan.

Rekomendasi Saham

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa, 18 Agustus 2026
(Foto Saham AADI dari Google Finansial)
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness terhadap beberapa saham untuk strategi trading pada Selasa, 18 Agustus 2026. Buy on weakness berarti membeli saham ketika harga mengalami pelemahan terbatas di area support, bukan mengejar harga saat saham sedang naik tajam.

Saham

Area Buy on Weakness

Target Harga

Stop Loss

AADI

Rp9.225–Rp9.350

Rp9.575 dan Rp9.975

Di bawah Rp9.150

ANTM

Rp2.810–Rp2.960

Rp3.140 dan Rp3.190

Di bawah Rp2.750

PGAS

Rp1.440–Rp1.465

Rp1.555 dan Rp1.620

Di bawah Rp1.425

VKTR

Rp850–Rp880

Rp935 dan Rp975

Di bawah Rp835

XMIG

Rp138–Rp148

Rp173 dan Rp184

Di bawah Rp136

Strategi Investor

Investor dengan orientasi trading dapat mempertimbangkan strategi berikut:

Menunggu pembukaan pasar dan menghindari pembelian saat harga langsung melonjak terlalu tinggi.

Memprioritaskan saham yang masuk area buy on weakness.

Menggunakan stop loss secara disiplin sesuai level risiko masing-masing saham.

Memantau volume transaksi sebagai konfirmasi penguatan.

Membatasi ukuran posisi karena IHSG berpotensi mengalami volatilitas setelah libur bursa.

Secara umum, IHSG memiliki peluang menguji area 6.450–6.480 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Namun, investor tetap perlu mencermati resistance 6.454 dan 6.599 serta support 6.201 dan 6.029 sebelum mengambil keputusan investasi. Proyeksi dan rekomendasi tersebut merupakan referensi analisis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan analisis edukatif, bukan merupakan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi dan risiko sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Next Post Previous Post