Saham Gudang Garam Melonjak Usai Laba Bersih Semester Pertama Tembus Tiga Triliun
Investor asing kembali memburu saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Pada perdagangan pekan 10–14 Agustus 2026, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih saham GGRM senilai Rp10,11 miliar.
Aksi akumulasi tersebut turut menopang penguatan harga saham emiten rokok itu hingga mencapai level Rp20.200 per saham pada akhir pekan. Dalam satu bulan terakhir, saham GGRM tercatat menguat 21,87 persen, seiring dengan total net buy investor asing yang mencapai Rp266,25 miliar. Sebelumnya, Investor Daily juga melaporkan adanya aksi beli asing dalam jumlah besar terhadap saham GGRM.
Laba GGRM Melonjak
Sentimen positif terhadap saham GGRM juga dipengaruhi oleh kinerja keuangan perseroan pada kuartal II 2026. Berdasarkan analisis Stockbit Sekuritas, Gudang Garam membukukan laba bersih sekitar Rp1,4 triliun pada kuartal II 2026.
Realisasi tersebut melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika laba bersih perseroan hanya mencapai sekitar Rp13 miliar. Dengan tambahan kinerja tersebut, laba bersih GGRM sepanjang semester I 2026 mencapai sekitar Rp3 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp117 miliar pada semester I 2025.
Capaian itu juga berada di atas estimasi konsensus sebelumnya. Sejumlah laporan pasar menyebutkan bahwa lonjakan laba tersebut terutama berasal dari perbaikan margin, meskipun pendapatan perseroan masih mengalami tekanan.
Margin Keuntungan Meningkat
Stockbit Sekuritas menyebutkan, peningkatan laba bersih GGRM ditopang oleh ekspansi margin laba kotor dan margin laba usaha.
“Kinerja laba bersih pada 2Q26/1H26 didukung oleh ekspansi margin laba kotor sebesar 510 basis poin secara tahunan pada kuartal II 2026 dan 600 basis poin pada semester I 2026,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya.
Margin laba usaha juga meningkat masing-masing sebesar 800 basis poin secara tahunan pada kuartal II 2026 dan 830 basis poin pada semester I 2026. Perbaikan tersebut terjadi meskipun pendapatan perseroan turun 1 persen secara tahunan pada kuartal II dan 7 persen pada semester I 2026.
Beban Cukai dan Operasional Turun
Salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan margin laba kotor adalah penurunan beban cukai. Pada kuartal II 2026, beban cukai Gudang Garam turun 12 persen secara tahunan.
Selain itu, perseroan juga berhasil menekan beban operasional sebesar 33 persen secara tahunan. Efisiensi tersebut memberikan dampak positif terhadap margin laba usaha perusahaan.
Stockbit Sekuritas turut menyoroti penurunan beban karyawan sebesar 27 persen secara tahunan pada semester I 2026. Penurunan beban tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah karyawan menjadi sekitar 21.000 orang per Juni 2026, dibandingkan sekitar 27.000 orang pada Juni 2025.
Efisiensi tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting yang menekan biaya operasional GGRM di tengah kondisi pendapatan yang belum sepenuhnya pulih.
Prospek Saham GGRM
| (Foto Saham GGRM dari Google Finansial) |

