BCA Tawarkan KPR Bunga 1,23 Persen di BCA Expo 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan penawaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga mulai 1,23 persen efektif per tahun (eff. p.a.) fixed selama satu tahun dalam gelaran BCA Expo 2026.
Penawaran ini diluncurkan untuk mendukung keterjangkauan hunian, terutama bagi generasi muda dan keluarga muda yang ingin memiliki rumah pertama.
Promo KPR dan Biaya Provisi Spesial
Selain bunga rendah, BCA memangkas biaya provisi menjadi 0,81 persen selama periode BCA Expo 2026. Penawaran bunga spesial ini khusus berlaku untuk pembelian rumah baru dari mitra developer KPR BCA.
BCA juga mengenalkan skema baru bernama Fixed Terencana (atau KPR Fix Terencana) untuk membantu calon debitur memprediksi estimasi bunga dan angsuran selama masa kredit. Dengan skema ini, kenaikan bunga ke floating rate tidak terlalu tajam, dan floating rate BCA disebut tetap di level 11 persen meski ada penyesuaian suku bunga Bank Indonesia.
Pilihan Hunian Terjangkau Mulai Rp220 Juta
BCA Expo 2026 menghadirkan berbagai pilihan hunian di bawah Rp1 miliar, dengan harga mulai Rp220 juta. Beberapa proyek yang ditawarkan antara lain:
Citra Maja City (Maja, Kabupaten Tangerang): Hunian terpadu berkonsep Transit Oriented Development (TOD) dengan harga mulai Rp220 juta.
Sutera Nexen (Balaraja, Tangerang): Proyek garapan Alam Sutera Group dengan konsep smart living, ditujukan untuk generasi milenial dan Gen Z, harga mulai Rp656 juta.
Anandaya (Parung Panjang): Berjarak 10 menit dari Stasiun Parung Panjang, harga mulai Rp424 juta.
Grand Almas Residence (Tigaraksa): Dikembangkan Dwijaya Karya Development, harga mulai Rp498 juta.
Akses Digital hingga 31 Oktober 2026
Seluruh pilihan properti dan simulasi angsuran dalam BCA Expo 2026 dapat diakses secara digital melalui platform expo.bca.co.id serta layanan RumahSaya BCA hingga 31 Oktober 2026. Calon pembeli bisa menyaring hunian berdasarkan lokasi dan harga, termasuk opsi rumah mulai Rp220 juta.
Direktur BCA Haryanto T. Budiman menekankan bahwa kemudahan skema pembiayaan properti penting disesuaikan dengan kapasitas finansial masyarakat guna memicu pertumbuhan ekonomi nasional. “Industri properti dipengaruhi dari beragam aspek, sehingga kalau KPR tumbuh, perekonomian kita juga akan tumbuh,” ujar Haryanto.

