Bitcoin Tetap Stabil Sambil Menanti Arah Pergerakan Berikutnya

Bitcoin Tetap Stabil Sambil Menanti Arah Pergerakan Berikutnya

Bitcoin bergerak relatif stabil pada Senin, 28 September 2026, setelah reli pada pekan sebelumnya. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$84.303 per koin atau setara Rp1,51 miliar, dengan penurunan tipis 0,06% pada pagi hari.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar sedang memasuki fase konsolidasi. Investor masih menahan diri sambil menunggu katalis baru yang dapat menentukan apakah Bitcoin akan melanjutkan kenaikan atau kembali mengalami koreksi.

Harga Bitcoin Masih Bergerak Datar

Bitcoin Tetap Stabil Sambil Menanti Arah Pergerakan Berikutnya
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Bitcoin sebelumnya sempat menembus level US$85.000, tetapi belum mampu mempertahankan momentum penguatannya. Data pasar menunjukkan harga masih berada di sekitar US$84.000, dengan perubahan harian yang relatif kecil.

Di platform Pluang dan Pintu, Bitcoin tercatat berada di sekitar Rp1,50 miliar pada pukul 10.01 WIB, turun 0,73% dalam 24 jam terakhir. Perbedaan harga dapat terjadi karena variasi waktu pembaruan, likuiditas, kurs, serta sumber data yang digunakan.

Sementara itu, CoinGecko mencatat harga Bitcoin sekitar Rp1,51 miliar pada 28 September 2026, dengan perubahan harian sekitar 0,2%. Perbedaan angka tersebut tidak mengubah gambaran besarnya: Bitcoin masih bergerak dalam rentang terbatas dan belum menunjukkan arah tren yang benar-benar kuat.

ETF Menjadi Penopang Sentimen

Salah satu faktor yang membantu menjaga harga Bitcoin tetap kuat adalah meningkatnya arus dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

ETF Bitcoin spot mencatat arus dana masuk bersih sebesar US$2,39 miliar dalam satu pekan, yang disebut sebagai arus masuk mingguan terbesar sepanjang 2026. Produk-produk tersebut juga mengelola aset sekitar US$108,42 miliar.

Selain itu, arus dana ETF Bitcoin secara kumulatif pada tahun berjalan telah berbalik positif setelah sebelumnya mengalami defisit sekitar US$5,8 miliar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat investor institusional mulai kembali membaik.

Namun, arus masuk ETF belum otomatis menjamin harga akan terus naik. Investor tetap perlu mencermati apakah permintaan tersebut mampu mendorong Bitcoin menembus resistance penting dengan dukungan volume perdagangan yang kuat.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, area US$85.000–US$86.000 menjadi resistance penting. Bitcoin perlu menembus dan bertahan di atas zona tersebut agar peluang kenaikan lanjutan semakin terbuka.

Berdasarkan analisis teknikal CoinMarketCap, penembusan di atas US$85.500 berpotensi membuka ruang menuju sekitar US$87.374. Sebaliknya, pelemahan di bawah US$83.000 dapat meningkatkan risiko penurunan menuju area US$81.144.

Dengan demikian, level yang perlu diperhatikan investor adalah:

Support awal: US$83.000–US$83.500.

Support berikutnya: sekitar US$81.100.

Resistance awal: US$85.000.

Resistance lanjutan: US$85.500–US$86.000.

Selama Bitcoin masih bertahan di atas support US$83.000, struktur konsolidasi cenderung tetap terjaga. Namun, penurunan di bawah level tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai menguat.

Menanti Katalis Berikutnya

Pasar kini menunggu sejumlah katalis yang dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin, terutama perkembangan arus ETF, kebijakan suku bunga The Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, serta perubahan imbal hasil obligasi.

Investor juga mencermati sentimen dari perusahaan besar yang memiliki Bitcoin. Michael Saylor, ketua eksekutif MicroStrategy, baru-baru ini mengunggah pesan “Even more orange”, yang ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal kemungkinan akumulasi Bitcoin lebih lanjut.

Meski demikian, sinyal tersebut belum dapat dianggap sebagai konfirmasi pembelian. Pelaku pasar tetap perlu menunggu pengumuman resmi dan data transaksi perusahaan.

 

Next Post Previous Post