Kurs Dolar-Rupiah, Senin 28 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.965

 

Kurs Dolar-Rupiah, Senin 28 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.965
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.960-17.965 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini. Level tersebut tercatat sebagai kurs jual dolar AS di sejumlah layanan perbankan pada Senin pagi.

Berdasarkan data BCA yang diperbarui pada pukul 09.04 WIB, kurs e-rate dolar AS berada di Rp17.948 untuk kurs beli dan Rp17.968 untuk kurs jual. Sementara itu, kurs TT counter dan bank notes BCA masing-masing berada di kisaran Rp17.715 untuk beli dan Rp17.995 untuk jual.

Rupiah Dibuka Melemah

Di pasar spot, rupiah dibuka melemah 37 poin atau sekitar 0,21 persen ke level Rp17.940 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Pada perdagangan sebelumnya, Jumat 25 September 2026, rupiah ditutup di level Rp17.903 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa rupiah masih berada di bawah tekanan pada awal perdagangan pekan ini. Pelemahan mata uang domestik terjadi meskipun dolar AS secara bersamaan dilaporkan melemah 0,31 persen ke level indeks 100,97.

Kurs Bank Beragam

Setiap bank dapat menetapkan kurs yang berbeda karena adanya perbedaan jenis transaksi, waktu pembaruan, dan biaya layanan. Pada Senin pagi, sejumlah kurs dolar AS tercatat sebagai berikut:

Bank atau pasar

Kurs beli

Kurs jual

BCA e-rate

Rp17.948

Rp17.968

BCA TT counter

Rp17.715

Rp17.995

BCA bank notes

Rp17.715

Rp17.995

Bank Mandiri special rate

Rp17.935

Rp17.965

Pasar spot saat pembukaan

—

Rp17.940


Data Bank Mandiri menunjukkan kurs special rate dolar AS berada di Rp17.935 untuk beli dan Rp17.965 untuk jual. Untuk transaksi TT counter dan bank notes, Bank Mandiri menetapkan kurs jual sebesar Rp17.980 per dolar AS.

Dampak bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Kurs dolar di kisaran Rp17.965 dapat berdampak pada berbagai sektor, terutama bisnis yang memiliki transaksi dalam dolar AS. Importir perlu memperhitungkan kenaikan biaya pembelian barang, bahan baku, serta pembayaran kepada pemasok luar negeri.

Sebaliknya, eksportir dapat memperoleh nilai penerimaan rupiah yang lebih besar ketika menukarkan pendapatan dalam dolar AS. Namun, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar karena kurs bank dan kurs spot dapat berubah beberapa kali dalam satu hari.

Konsumen juga berpotensi merasakan dampaknya melalui harga barang impor, tiket perjalanan internasional, biaya pendidikan luar negeri, dan layanan digital yang menggunakan denominasi dolar AS. Karena itu, pelaku usaha disarankan menggunakan kurs yang paling sesuai dengan jenis transaksi, bukan hanya mengacu pada satu angka kurs.

Catatan: kurs beli dan jual dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar serta kebijakan masing-masing bank.

Next Post Previous Post