Emas dan Nikel Jadi Mesin Laba: MDKA Cetak US$102 Juta, MBMA US$54 Juta
Kinerja keuangan emiten pertambangan di bawah Grup Merdeka menunjukkan pemulihan signifikan pada semester I‑2026. Dua emiten utama, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), mencatat lonjakan laba yang didorong oleh mulai beroperasinya sejumlah proyek garapan serta penguatan pasar nikel dan emas.
MDKA membukukan laba bersih sebesar US$102 juta pada enam bulan pertama 2026, berbalik dari posisi rugi US$16 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan konsolidasian perusahaan naik 64% year‑on‑year (yoy) menjadi US$1,40 miliar, sementara EBITDA melonjak 191% yoy.
Manajemen MDKA menyebut kenaikan laba terutama ditopang oleh peningkatan produksi emas sebesar 32% yoy serta kontribusi kuat dari bisnis nikel melalui MBMA. Optimalisasi operasi dan rencana ramp‑up proyek tambang emas baru juga disebut menjadi faktor pendorong utama.
Di sisi lain, MBMA mencatat kinerja yang lebih eksplosif. Laba bersih perusahaan melonjak sekitar 830% yoy menjadi US$54 juta, dari sebelumnya US$6 juta pada semester I‑2025. Pendapatan MBMA tumbuh 67% yoy menjadi US$1,05 miliar, dengan EBITDA naik 306% yoy ke level US$311 juta.
Dari sisi operasional, produksi bijih nikel MBMA mencapai 15,2 juta wet metric ton (wmt), naik 121% yoy, sedangkan penjualan bijih nikel tercatat 12,4 juta wmt, meningkat 60% yoy. Lonjakan ini sejalan dengan membaiknya kondisi pasar nikel dan meningkatnya permintaan material baterai untuk kendaraan listrik.
Analis menilai, mulai beroperasinya sejumlah proyek pengolahan nikel (HPAL) dan tambang emas baru menjadi katalis penting bagi keberlanjutan kinerja positif kedua emiten tersebut pada paruh kedua 2026. Dengan struktur biaya yang semakin efisien dan volume produksi yang meningkat, prospek profitabilitas Grup Merdeka di segmen mineral strategis diproyeksikan tetap terjaga.
Bagi investor, data ini menjadi sinyal bahwa sektor tambang, khususnya yang terintegrasi pada rantai pasok baterai dan logam mulia, kembali menarik perhatian seiring pemulihan fundamental emiten.

