IHSG Hari Ini, Selasa 29 September ke Level 6.132

IHSG Hari Ini, Selasa 29 September ke Level 6.132

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, tercatat mengalami pelemahan di sesi I dan bergerak di kisaran 6.132 poin, melanjutkan tren negatif dari penutupan Senin sebelumnya.

Ringkasan Pergerakan IHSG Sesi I

IHSG Hari Ini, Selasa 29 September ke Level 6.132
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Pembukaan: IHSG dibuka melemah sekitar 0,33–0,47% ke level 6.118–6.127, lebih rendah dari penutupan Senin di 6.147,86.

Sesi I: Indeks kemudian bergerak turun lebih dalam, dengan beberapa sumber mencatat IHSG di kisaran 6.086–6.112 pada awal sesi I, sebelum akhirnya stabil di area 6.132 menjelang jeda siang.

Sentimen utama: Pelemahan dipicu oleh kombinasi tekanan rupiah yang mendekati Rp18.000/USD, net sell asing, serta melemahnya Wall Street dan tingginya yield obligasi AS.

Level teknis: Analis memperkirakan support terdekat di 6.110–6.124, dengan resistensi di 6.148 dan 6.325.

Faktor yang Membebani Bursa

Beberapa sentimen negatif yang menekan IHSG hari ini antara lain:

Tekanan valuta: Rupiah yang melemah membuat investor asing lebih berhati-hati, tercermin dari aliran dana keluar (net sell) di pasar saham.

Kondisi global: Futures saham AS melemah setelah harga minyak melonjak, menambah kekhawatiran inflasi dan suku bunga.

Aturan baru BEI: Hari ini juga menjadi hari pertama berlakunya aturan pembulatan harga saham ke kelipatan Rp1, yang menambah volatilitas intraday meski BEI membantah aturan ini sebagai penyebab utama koreksi.

Sektor dan Saham Penggerak

Sebagian besar sektor tercatat berada di zona merah, mencerminkan tekanan jual yang luas.

Beberapa saham perbankan besar seperti BMRI justru menguat sekitar 0,50% ke Rp4.040 di sesi I, menjadi penopang parsial di tengah pelemahan indeks.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah lebih dominan dibandingkan yang menguat, dengan ratusan saham stagnan.

Outlook Sesi II

Dengan IHSG sesi I di level 6.132, fokus pasar pada sesi II adalah:

Kemampuan indeks mempertahankan level support 6.110–6.124.

Respons terhadap perkembangan rupiah dan data global (terutama AS dan harga komoditas).

Apakah ada pemulihan dari saham-saham berkapitalisasi besar untuk menahan indeks dari koreksi lebih dalam.



 

Next Post Previous Post