Harga Bitcoin (BTC) Naik di Tengah Ancaman Kenaikan Bunga The Fed
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 07.40 WIB, harga Bitcoin (BTC) naik 0,56% menjadi US$77.250 per koin, atau sekitar Rp1,36 miliar dengan kurs Rp17.607 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi di tengah tekanan sentimen suku bunga. Inflasi inti AS pada Agustus tercatat naik 0,3% secara bulanan, lebih tinggi dari ekspektasi 0,2%, sementara inflasi umum naik 0,4% bulanan dan 3,4% tahunan, sesuai perkiraan pasar.
Data tersebut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pekan depan. Fitch Ratings menilai rilis inflasi terbaru membuat langkah The Fed untuk menahan suku bunga semakin sulit.
Meski demikian, sebagian analis menilai risiko kebijakan hawkish The Fed sudah banyak tercermin dalam harga pasar. Joel Kruger, Global Markets Strategist LMAX Group, menyebut respons pasar bisa relatif terbatas jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi, sementara kejutan justru dapat muncul jika bank sentral AS menahan suku bunga.
Di pasar kripto yang lebih luas, kapitalisasi pasar global menguat 0,99% dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,64 triliun. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar melonjak 1,22%.
Aset kripto utama lain juga ikut menguat. Harga Ethereum (ETH) naik 2,6% menjadi US$2.514, sedangkan Binance Coin (BNB) melejit 2,21% ke level US$727.
Kenaikan Harga Bitcoin
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |

