Harga Bitcoin (BTC) Turun Ditengah Lonjakan Harga Minyak

 

Harga Bitcoin (BTC) Turun Ditengah Lonjakan Harga Minyak

Harga Bitcoin (BTC) turun ke level sekitar US$ 78.000 pada perdagangan Rabu (9/9/2026) pagi, seiring lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 07.10 WIB, BTC terkoreksi 0,61% menjadi US$ 78.603,7 per koin atau setara sekitar Rp 1,38 miliar dengan kurs Rp 17.595 per dolar AS.

Tekanan Pasar Kripto Global

Harga Bitcoin (BTC) Turun Ditengah Lonjakan Harga Minyak
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Kapitalisasi pasar kripto global juga turun 0,43% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,68 triliun. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar melemah 0,3%.

Di tengah pelemahan BTC, beberapa aset kripto lain justru menunjukkan penguatan. Harga Ethereum (ETH) naik tipis 0,1% menjadi US$ 2.491, sementara Binance Coin (BNB) melejit 1,93% ke US$ 753.

Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu

Pelemahan Bitcoin terjadi ketika aset berisiko menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia melonjak. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.

Level Kunci US$ 78.300 Jadi Sorotan Analis

Analis kripto Rekt Capital menilai area US$ 78.300 merupakan level penting yang perlu diperhatikan. Menurutnya, pergerakan Bitcoin saat ini memiliki kemiripan dengan pola yang terjadi pada Mei lalu ketika BTC gagal mempertahankan penembusan level penting.

Pada Mei 2026, Bitcoin sempat mencapai sekitar US$ 82.800 sebelum berbalik melemah dan berkonsolidasi di sekitar US$ 78.300. Setelah itu, BTC kembali mengalami tekanan hingga mencapai titik terendah makro sekitar US$ 57.000.

Dengan kondisi saat ini, Rekt Capital menilai Bitcoin kembali menguji area US$ 78.300. Jika level tersebut gagal dipertahankan, risiko terbentuknya lower high baru akan semakin besar.

Harga Minyak Jadi Perhatian Pasar

Artikel ini menyoroti bahwa harga minyak menjadi faktor kunci yang sedang diperhatikan pasar. Lonjakan harga minyak tidak hanya menekan Bitcoin, tetapi juga berpotensi memengaruhi sentimen aset berisiko lainnya melalui jalur inflasi dan ekspektasi suku bunga.

Next Post Previous Post