Kurs Dolar-Rupiah, Rabu 9 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.564
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Posisi dan Pergerakan Hari Ini
Rupiah dibuka menguat sekitar 0,30–0,40% ke level Rp 17.562–Rp 17.570 per dolar AS pada pagi hari, setelah sebelumnya ditutup di Rp 17.625–Rp 17.632 pada Selasa (8/9).
Beberapa sumber mencatat rupiah berada di kisaran Rp 17.572–Rp 17.577 per dolar AS pada sesi pagi, menandakan penguatan tipis namun konsisten.
Level Rp 17.564 per dolar AS dapat dibaca sebagai nilai transaksi intraday yang realistis, terutama jika merujuk pada data real-time di platform trading atau aplikasi kurs.
Kurs Acuan Bank Indonesia (JISDOR)
Selain pasar spot, acuan resmi yang sering dipakai untuk transaksi dan pelaporan adalah kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dari Bank Indonesia (BI):
JISDOR BI pada Selasa (8/9) tercatat di Rp 17.618 per dolar AS, menguat dari posisi sebelumnya Rp 17.653.
Untuk Rabu (9/9), berbagai proyeksi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.560–Rp 17.680 per dolar AS, dengan beberapa analis memusatkan ekspektasi di area Rp 17.610–Rp 17.650.
Artinya, angka Rp 17.564 masih berada di sisi bawah rentang perkiraan harian, mencerminkan kondisi rupiah yang relatif kuat pada sesi pagi.
Faktor yang Memengaruhi Pergerakan Rupiah
Beberapa faktor utama yang disebut pasar sebagai penggerak kurs rupiah pada 9 September 2026 antara lain:
Sentimen global: Pasar menunggu sinyal kebijakan The Fed dan data inflasi AS yang dapat memengaruhi kekuatan dolar secara global.
Kondisi domestik: Penguatan cadangan devisa Indonesia turut menopang kepercayaan terhadap rupiah.
Harga komoditas dan minyak dunia: Fluktuasi harga minyak dan sentimen risiko global juga disebut sebagai faktor yang membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif namun terbatas.

