IHSG 24 September: Sesi I Ditutup di 6.307, Asing Kompak Lego Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada sesi pertama perdagangan Kamis (24/9/2026), tertekan oleh aksi jual luas di hampir seluruh sektor dan arus keluar modal asing yang signifikan.
Ringkasan Perdagangan Sesi I
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Faktor Pendorong Pelemahan
Pelemahan IHSG sesi I dipicu oleh kombinasi tekanan internal dan eksternal:
Tekanan jual meluas: Seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah, mencerminkan sentimen negatif yang merata di pasar.
Dominasi saham big cap: Penurunan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama di sektor perbankan dan sumber daya, menjadi pemberat utama indeks.
Arus keluar asing: Aksi jual bersih asing yang hampir menyentuh Rp1 triliun memperkuat tekanan jual di pasar reguler.
Saham-Saham yang Dibuang Asing
Berdasarkan laporan terkait, tiga emiten di bawah naungan Danantara menjadi yang paling banyak dijual asing di sesi I, dengan total pelepasan mencapai Rp404,51 miliar.
Secara historis, saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI kerap menjadi sasaran utama net sell asing saat IHSG tertekan, sebagaimana terlihat pada sesi-sesi sebelumnya di September 2026.
Implikasi bagi Investor
Volatilitas tinggi: Penurunan lebih dari 1% dalam satu sesi mengindikasikan volatilitas yang perlu diwaspadai, terutama bagi trader jangka pendek.
Selektif pada saham fundamental kuat: Di tengah tekanan luas, saham dengan fundamental solid dan valuasi menarik bisa menjadi peluang buy on weakness.
Pantau kebijakan BI dan imbal hasil US Treasury: Sentimen suku bunga domestik dan global masih menjadi katalis utama pergerakan IHSG ke depan.
Penutup
Pelemahan IHSG sebesar 1,06% di sesi I dengan arus keluar asing hampir Rp1 triliun mencerminkan sentimen risiko yang meningkat di pasar modal Indonesia. Investor disarankan untuk tetap selektif, mengelola eksposur risiko, dan memantau perkembangan makroekonomi serta keputusan kebijakan Bank Indonesia dalam sesi perdagangan berikutnya.

