IHSG Hari Ini, Selasa 15 September ke Level 6.474

IHSG Hari Ini, Selasa 15 September ke Level 6.474

IHSG dibuka menguat tipis di level 6.544,77 dengan titik tertinggi 6.549,60 pada awal sesi. Namun, tekanan jual yang kuat membuat indeks berbalik melemah tajam, bahkan sempat menyentuh level terendah 6.462,85 atau turun lebih dari 1% dari penutupan Senin (14/9) di 6.534,69.

Menjelang penutupan Sesi I pukul 11:24 WIB, IHSG berada di kisaran 6.485,20, terkoreksi sekitar 0,75% dengan nilai transaksi mencapai Rp4,85 triliun. Level intraday terendah 6.462,85–6.474 menjadi sorotan utama, mencerminkan aksi profit taking dan outflow modal asing di saham-saham perbankan besar.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

Beberapa katalis utama yang mendorong volatilitas IHSG hari ini:

Reshuffle kabinet dan pengangkatan Menkeu baru: Pasar merespons positif pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, namun tetap menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal.

Tekanan jual saham perbankan: Saham big-cap seperti BBNI, BMRI, dan BBRI menjadi pemberat indeks, meski secara individual beberapa di antaranya sempat menguat pada sesi tertentu.

Sentimen global: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, harga minyak Brent yang berada di atas US$106/bbl, serta antisipasi rapat FOMC The Fed turut membatasi ruang penguatan IHSG.

Level Support dan Resistance

IHSG Hari Ini, Selasa 15 September ke Level 6.474
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Berdasarkan analisis teknikal dari berbagai sekuritas, berikut level kunci IHSG untuk perdagangan Sesi II dan hari-hari berikutnya:

Support: 6.453, 6.390, 6.370, 6.290, dan 6.179

Resistance: 6.552, 6.585–6.605, 6.695, 6.752, 6.835, dan 6.916

Level 6.462–6.474 yang disentuh hari ini berada di dekat support jangka pendek 6.453, sehingga pemantauan terhadap area 6.390–6.370 menjadi krusial jika tekanan jual berlanjut.

Saham Penggerak dan Rekomendasi

Saham-saham yang menjadi sorotan hari ini meliputi:

Pemberat IHSG: AMMN, BYAN, dan BBNI tercatat sebagai kontributor utama pelemahan pada pembukaan.

Saham potensial: Sejumlah analis merekomendasikan AADI, ADMR, ASII, DEWA, ICBP, MEDC, RAJA, SSMS, dan BRMS sebagai pilihan di tengah volatilitas.

Strategi yang disarankan adalah selektif pada saham dengan fundamental kuat, eksposur komoditas, atau konsumen primer yang relatif defensif.

Next Post Previous Post