IHSG Hari Ini, Senin 21 September ke Level 6.414

IHSG Hari Ini, Senin 21 September ke Level 6.414
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (21/9/2026). IHSG turun 27,82 poin atau 0,43 persen ke level 6.413,15, mendekati level 6.414.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat tipis ke level 6.446,90 atau naik 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (18/9) di level 6.441,16. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena indeks kemudian berbalik ke zona merah.

IHSG Bergerak Fluktuatif

IHSG Hari Ini, Senin 21 September ke Level 6.414
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.451,33. Setelah itu, indeks turun hingga berada di sekitar level 6.408,37 sebelum bergerak di kisaran 6.413.

Pelemahan IHSG juga tercermin dari posisi indeks pada sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, IHSG tercatat turun 29,57 poin atau 0,46 persen ke level 6.411,58.

Pergerakan pasar domestik berlangsung berlawanan dengan mayoritas bursa Asia yang cenderung menguat pada sesi pagi. Investor masih mencermati sentimen global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan Bank Indonesia menjelang Rapat Dewan Gubernur BI pada 22–23 September 2026.

Investor Masih Waspada

Tekanan terhadap IHSG terjadi setelah indeks pada pekan sebelumnya terkoreksi 1,53 persen ke level 6.441,16. Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish.

Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 6.400–6.550. Level 6.400 menjadi area penting yang perlu dipertahankan karena penembusan ke bawah berpotensi membuka ruang pelemahan menuju 6.300–6.350.

Secara teknikal, area support terdekat IHSG berada di kisaran 6.431–6.419, sedangkan support penting berikutnya berada pada 6.377–6.370. Di sisi lain, resistance terdekat berada di level 6.452.

Prospek IHSG

Pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan diperkirakan masih volatil. Investor akan mencermati apakah indeks mampu kembali menembus level 6.452 atau justru melanjutkan koreksi apabila tekanan jual meningkat.

Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan bursa global, rupiah, arus dana asing, serta hasil RDG Bank Indonesia. Saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor yang memiliki fundamental kuat dapat menjadi perhatian, tetapi keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.

Next Post Previous Post