IHSG Tutup Senin Melemah 0,88% ke 6.384, Saham Mineral dan Telekomunikasi Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,73 pada perdagangan Senin (21/9/2026), dengan mayoritas saham konstituen bergerak negatif.
Ringkasan Pasar Hari Ini
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Di sisi lain, AMRT, NCKL, dan MEDC menjadi penggerak naik dengan kenaikan sekitar 1%.
Saham-saham yang Menekan IHSG
Berikut sejumlah saham LQ45 dan besar yang mencatat penurunan signifikan:
MBMA (Merdeka Battery Materials): −3,67% ke Rp525
ADMR (Alamtri Minerals Indonesia): −3,46% ke Rp1.535
EXCL (XLSMART Telecom Sejahtera): −3,20% ke Rp2.420
HRTA (Hartadinata Abadi): −3,18% ke Rp2.130
AADI (Adaro Andalan Indonesia): −3,13% ke Rp11.600
ANTM (Aneka Tambang): −2,99% ke Rp3.240
Penurunan pada sektor komoditas (terkait mineral/baterai) dan telekomunikasi memberi tekanan luas terhadap sentimen pasar hari ini.
Saham-saham yang Menguat
Sebaliknya, beberapa saham justru mencatat penguatan:
AMRT (Sumber Alfaria Trijaya): +1,15% ke Rp1.315
NCKL (Trimegah Bangun Persada): +1,09% ke Rp930
MEDC (Medco Energi Internasional): +1,03% ke Rp1.475
CUAN (Petrindo Jaya Kreasi): +0,54% ke Rp930
Saham blue chip lain seperti ASII, INDY, dan BRPT cenderung stagnan.
Pandangan Analis: Tekanan Jual Dominan, tapi Tren Menengah Belum Berbalik
Brigita Kinari, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menilai secara teknikal IHSG pekan lalu menutup di 6.441, di bawah MA5 dan MA20, dengan MA5 membentuk dead cross terhadap MA20—sinyal pelemahan jangka pendek.
Namun, IHSG masih bertahan di atas MA60, sehingga tren menengah dianggap belum berbalik; koreksi saat ini lebih tepat dibaca sebagai pullback.
Skenario Teknikal ke Depan
Jika IHSG bertahan di atas 6.370: peluang technical rebound ke area 6.541–6.581.
Jika 6.370 tertembus: IHSG berisiko menguji area 6.200–6.279.
Proyeksi konsolidasi dengan tekanan jual masih dominan pada awal pekan, dengan support 6.200–6.279 dan resistance 6.585–6.633.
Catatan untuk Investor
Penurunan hari ini didominasi saham-saham berbasis komoditas/mineral dan beberapa emiten telekomunikasi.
Level 6.370 menjadi kunci: bertahan di atas level ini membuka peluang rebound; gagal mempertahankan membuka ruang koreksi lebih dalam.
Keputusan investasi tetap merupakan tanggung jawab masing-masing investor; berita ini bukan ajakan membeli/menjual saham.

