Investor Asing Borong Saham BUMI Rp 218,8 Miliar di Sesi I

Investor Asing Borong Saham BUMI Rp 218,8 Miliar di Sesi I
Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 218,8 miliar pada perdagangan sesi I, Senin (7/9/2026). Aksi borong ini terjadi di tengah arus keluar dana asing dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencapai Rp 424 miliar pada hari yang sama.

Detail Transaksi Asing di Saham BUMI

Berdasarkan data BEI yang diakses melalui Stockbit Sekuritas, volume transaksi asing pada saham BUMI mencapai 998,1 juta saham dengan perhitungan berdasarkan harga rata-rata sesi I. Akumulasi belanja asing di pasar reguler ini melanjutkan tren positif dari perdagangan Jumat (4/9/2026) pekan sebelumnya, saat investor asing mencatat net buy sebesar Rp 37,8 miliar pada saham BUMI.

Secara lebih luas, dalam periode 31 Agustus hingga 4 September 2026, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih saham BUMI senilai Rp 83,2 miliar di pasar reguler BEI. Tren ini sejalan dengan aliran dana asing yang secara keseluruhan mencetak net buy sebesar Rp 2,3 triliun di seluruh pasar BEI dalam sepekan terakhir.

Penguatan Harga Saham BUMI

Investor Asing Borong Saham BUMI Rp 218,8 Miliar di Sesi I
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Aksi beli skala besar oleh pemodal asing tersebut mengiringi penguatan harga saham BUMI yang melonjak 6,6 persen ke posisi Rp 224 per saham pada sesi I. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, pergerakan saham BUMI tercatat menguat 25,1 persen, meskipun secara year to date (YTD) masih membukukan penurunan sebesar 38,8 persen.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (4/9/2026), saham BUMI ditutup menguat 1,9 persen ke level Rp 210. Dengan demikian, dalam sepekan terakhir hingga 4 September, BUMI telah melonjak 10,5 persen.

Volume dan Nilai Perdagangan

Data IDX mencatat aktivitas perdagangan saham BUMI pada sesi I mencapai volume 4,463 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 63,12 ribu kali. Total nilai perdagangan saham emiten batu bara tersebut menyentuh angka Rp 978,7 miliar pada perdagangan sesi pertama.

Target Harga dan Level Teknikal

Lompatan harga ke level Rp 224 per saham secara teknikal telah melampaui estimasi pergerakan dari analis pasar modal. Dalam catatan CGS International Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Senin (7/9/2026), target terdekat saham BUMI awalnya diperkirakan berada pada rentang Rp 211 hingga Rp 213, dengan area support teknikal berada di kisaran Rp 205 sampai Rp 207.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi beli saham BUMI dengan target harga Rp 300 per saham. Beberapa analis juga menyoroti bahwa BUMI diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan apabila momentum sektor energi tetap terjaga, meski saham ini dikenal memiliki volatilitas tinggi.

Konteks Pasar: Asing Net Sell di BEI

Meski asing gencar membeli saham BUMI, secara keseluruhan pasar BEI mencatat arus keluar dana asing (net sell) sebesar Rp 424 miliar pada perdagangan sesi I, Senin (7/9/2026). Kondisi ini menunjukkan bahwa aksi borong asing pada BUMI bersifat selektif dan tidak mencerminkan sentimen positif menyeluruh terhadap pasar saham Indonesia pada hari tersebut.

Namun, dalam perspektif mingguan, investor asing justru membukukan net buy sebesar Rp 2,3 triliun di seluruh pasar BEI selama satu pekan terakhir (31 Agustus–4 September 2026). Konsentrasi pembelian asing pekan lalu terutama tertuju pada saham-saham bank besar (big banks) seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

Faktor Pendorong: Akuisisi Loyal Metals

Salah satu katalis yang diduga mendorong minat investor asing terhadap BUMI adalah penyelesaian akuisisi PT Bumi Resources Australia terhadap 100 persen saham Loyal Metals Ltd. di Australia senilai sekitar Rp 1 triliun (AU$ 79,07 juta). Pengumuman akuisisi ini turut mendorong kenaikan harga saham BUMI di awal perdagangan Senin (7/9/2026).

Next Post Previous Post