Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 31,63 Juta SID
Pertumbuhan itu ditandai dengan penambahan lebih dari 11,28 juta investor baru sejak awal 2026. Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2025, jumlah investor pasar modal meningkat sekitar 55,45 persen.
Didominasi Investor Muda
Pertumbuhan jumlah investor dalam negeri turut didorong oleh meningkatnya partisipasi kelompok usia muda. Data BEI per Juli 2026 mencatat, investor individu saham berusia di bawah 30 tahun mencapai 53,85 persen dari total investor ekuitas domestik.
Tren tersebut menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda terhadap instrumen investasi di pasar modal. Kemudahan pembukaan rekening dan transaksi melalui platform digital menjadi salah satu faktor yang mendorong akses investasi semakin luas.
Meski demikian, pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan. Investor pemula dinilai perlu memahami karakteristik instrumen investasi, potensi keuntungan, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan.
ETF Jadi Materi Edukasi
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, platform investasi digital Ajaib turut menjadi mitra edukasi dalam kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan BEI di Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut memberikan pengenalan mengenai Exchange Traded Fund (ETF), yaitu instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa dan umumnya berisi kumpulan aset atau efek tertentu.
Financial Expert Ajaib Ratih Mustikoningsih mengatakan, ETF dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor pemula karena menawarkan kemudahan transaksi dan diversifikasi aset.
“ETF kini menjadi salah satu instrumen yang makin diminati karena risikonya lebih terukur dan likuiditasnya baik, sehingga cocok untuk investor pemula,” kata Ratih.
Melalui diversifikasi, investor dapat memiliki eksposur terhadap sejumlah aset dalam satu produk. Namun, investor tetap perlu mempelajari isi portofolio, biaya transaksi, kinerja, serta risiko ETF sebelum melakukan pembelian.
Pentingnya Kolaborasi Literasi Keuangan
Peningkatan pemahaman terhadap produk dan mekanisme pasar modal terus didorong melalui kolaborasi berbagai lembaga. Edukasi bagi investor ritel dinilai penting agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada kemudahan akses digital.
AVP Digital Marketing & Branding Ajaib Azizah menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah investor pada tahun ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam memperluas literasi keuangan di Indonesia.
“Pertumbuhan investor di Indonesia pada tahun ini merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak, dan Ajaib bangga menjadi bagian dari perjalanan itu. Semakin banyak anak muda Surabaya yang berani mengambil langkah pertama berinvestasi, dan itu adalah kemenangan bersama untuk masa depan keuangan Indonesia,” ujar Azizah.
Edukasi Digelar di Berbagai Daerah
Kegiatan literasi pasar modal di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian program edukasi yang digelar Ajaib di sejumlah daerah. Program serupa juga dilaksanakan di Bangka, Bandung, Malang, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Barat.
Program tersebut bertujuan membekali calon investor dengan pengetahuan dasar sebelum mulai berinvestasi. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memilih instrumen sesuai tujuan keuangan, profil risiko, dan kemampuan masing-masing.
Pertumbuhan jumlah investor hingga menembus 31 juta SID menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Namun, peningkatan kuantitas investor perlu berjalan beriringan dengan kualitas literasi agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak, terukur, dan berkelanjutan.

