Kurs Dolar-Rupiah, Selasa 29 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.015

Kurs Dolar-Rupiah, Selasa 29 September 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.015
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)
Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada Selasa, 29 September 2026, bergerak di kisaran Rp17.960–Rp18.022, dengan beberapa data pasar menunjukkan dolar sempat diperdagangkan sekitar Rp18.015.

Rupiah tercatat melemah tipis 0,10–0,13% dari penutupan sebelumnya, seiring penguatan permintaan terhadap dolar di pasar spot.

Pergerakan Rupiah pada 29 September 2026

Berdasarkan data Bloomberg pada pagi hari, rupiah dibuka melemah ke level Rp17.997–Rp18.001 per dolar AS, sebelum kemudian bergerak lebih lemah dan sempat menyentuh area Rp18.015 pada sesi perdagangan tertentu.

Pelemahan ini relatif moderat, dengan rupiah hanya turun sekitar 0,10–0,13% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Kondisi ini menggambarkan tekanan jual terhadap rupiah yang masih terkendali, meski level psikologis Rp18.000 kembali diuji.

Kurs Acuan: BI dan Bank Komersial

Selain kurs pasar (spot), terdapat beberapa angka acuan yang penting bagi pelaku usaha dan masyarakat:

Kurs Tengah Bank Indonesia (BI) untuk USD pada 29 September 2026 tercatat sebesar Rp17.965, dengan kurs jual Rp18.054,83 dan kurs beli Rp17.875,17.

Kurs bank komersial seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI menunjukkan kisaran:

Kurs beli: sekitar Rp17.934–Rp17.980

Kurs jual: sekitar Rp17.961–Rp18.075

tergantung jenis layanan (e-rate, TT counter, bank notes) dan kebijakan masing-masing bank.

Angka Rp18.015 yang muncul di berbagai platform lebih dekat ke sisi atas kisaran kurs jual bank dan kurs spot intraday, sehingga wajar jika digunakan sebagai acuan “kurs dolar hari ini” dalam berita atau aplikasi konversi mata uang.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

Meski laporan rinci faktor makro pada hari itu bervariasi, beberapa elemen yang biasanya memengaruhi pergerakan rupiah–dolar antara lain:

Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed.

Arus modal asing di pasar obligasi dan saham Indonesia.

Sentimen risiko global, termasuk harga komoditas dan dinamika geopolitik.

Pada 29 September 2026, pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi AS dan isu geopolitik yang turut memengaruhi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.

Implikasi bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat

Bagi pelaku usaha, terutama yang memiliki transaksi impor, ekspor, atau utang dalam dolar, level kurs di sekitar Rp18.000–Rp18.015 menjadi penting dalam perencanaan kas dan penetapan harga.

Beberapa hal praktis yang perlu dicatat:

Untuk pembukuan dan pelaporan pajak, gunakan kurs tengah BI pada tanggal transaksi (Rp17.965 untuk 29/9/2026) sebagai acuan resmi.

Untuk transaksi valas di bank, perhatikan selisih kurs beli–jual yang cukup lebar, karena dapat memengaruhi biaya konversi.

Untuk perencanaan bisnis, level Rp18.000–Rp18.015 dapat dijadikan salah satu skenario dasar dalam proyeksi arus kas, dengan tambahan buffer untuk fluktuasi harian.

Penutup

Hingga penutupan perdagangan siang hari, rupiah masih bergerak di sekitar level Rp18.000 per dolar AS, menandakan bahwa tekanan pelemahan masih ada namun belum ekstrem. Pelaku usaha dan investor disarankan terus memantau perkembangan kurs, kebijakan bank sentral, serta dinamika pasar global yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Next Post Previous Post