Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Senin, 28 September 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Setelah ditutup melemah pada akhir pekan, pelaku pasar akan mencermati peluang pengujian area support sekaligus potensi technical rebound.
MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk strategi trading pada Senin, yaitu COIN, INDF, HMSP, dan ENRG.
Pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, IHSG ditutup turun 56,72 poin atau 0,90% ke level 6.241,89. Dalam sepekan, indeks tercatat melemah 3,09%. Data pasar juga menunjukkan IHSG telah turun sekitar 2,56% dalam sebulan terakhir dan 22,93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Prediksi IHSG
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji area 6.186–6.200 pada perdagangan Senin. Sementara itu, MNC Sekuritas melihat indeks berpeluang menguji rentang 6.157–6.209 terlebih dahulu.
Dengan posisi penutupan di bawah MA100, sentimen teknikal IHSG masih cenderung bearish. Namun, area support tersebut berpotensi menjadi titik pantulan apabila tekanan jual mulai mereda dan investor kembali melakukan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Level teknikal penting
|
Level |
Area |
|
Support utama |
6.157–6.200 |
|
Support lanjutan |
6.100 |
|
Resistance terdekat |
6.300–6.350 |
|
Resistance berikutnya |
6.400 |
Skenario utama untuk Senin adalah IHSG bergerak sideways dengan bias melemah. Jika indeks mampu bertahan di atas 6.200, peluang rebound menuju 6.300 terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah 6.157 dapat meningkatkan risiko koreksi menuju level psikologis 6.100.
Faktor Penggerak Pasar
Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi perdagangan antara lain:
Kenaikan imbal hasil obligasi global akibat kekhawatiran bahwa suku bunga Federal Reserve akan bertahan tinggi lebih lama.
Harga minyak yang masih tinggi, yang dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan biaya operasional perusahaan.
Pelemahan rupiah, yang pada Jumat berada di sekitar Rp17.880 per dolar AS.
Arus modal asing dan aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Data ekonomi domestik yang akan dirilis, termasuk data perdagangan dan inflasi.
Kenaikan yield obligasi biasanya membuat sebagian investor mengalihkan dana dari saham ke instrumen pendapatan tetap yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan biaya pendanaan bagi emiten dan menekan valuasi saham.
Rekomendasi Saham
| (Foto Saham ENRG dari Google Finansial) |
Rekomendasi ini sebaiknya digunakan untuk transaksi jangka pendek dengan memperhatikan level beli, target keuntungan, serta batas kerugian.
Selain saham trading tersebut, investor dengan horizon lebih panjang dapat mencermati saham berfundamental kuat seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, dan ASII.
Namun, pembelian sebaiknya dilakukan secara bertahap karena tren IHSG masih berada dalam tekanan.
Strategi Investor
Untuk investor jangka pendek, strategi yang dapat dipertimbangkan adalah:
Menunggu IHSG mendekati area support 6.157–6.200 sebelum melakukan pembelian.
Memilih saham dengan likuiditas tinggi dan volume transaksi yang meningkat.
Menggunakan posisi kecil terlebih dahulu untuk mengurangi risiko.
Menetapkan cut loss apabila support penting ditembus.
Menghindari pembelian agresif ketika IHSG turun disertai peningkatan volume jual.
Bagi investor konservatif, menjaga sebagian dana dalam bentuk kas dan menunggu konfirmasi pembalikan arah dapat menjadi pilihan yang lebih prudent. Sementara itu, investor agresif dapat memanfaatkan technical rebound, tetapi harus disiplin menggunakan batas risiko.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan hasil analisis masing-masing investor.

