Profil Saham BAIK 2026: Mengenal PT Bersama Mencapai Puncak Tbk dan Strategi Kinerjanya
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk dengan kode saham BAIK merupakan emiten yang dikenal melalui bisnis kuliner Ayam Goreng Nelongso. Memasuki 2026, perseroan tidak hanya mengandalkan restoran, tetapi juga mengembangkan jaringan kemitraan, distribusi bahan pangan, serta bisnis pasokan untuk segmen HORECA.
Di tengah pertumbuhan penjualan yang masih positif, tekanan terhadap laba dan volatilitas harga saham menjadi tantangan utama BAIK. Karena itu, strategi perseroan pada 2026 berfokus pada penguatan distribusi, efisiensi operasional, inovasi produk, dan peningkatan kinerja gerai.
Sekilas tentang BAIK
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk berdiri pada 2018 di Malang, Jawa Timur. Perseroan bergerak dalam pengelolaan rumah makan, kemitraan restoran, dan perdagangan bahan baku makanan, termasuk makanan beku serta sembako. Salah satu merek utama perseroan adalah Ayam Goreng Nelongso, sedangkan entitas anaknya mengelola merek Geprek Kak Rose.
BAIK resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 15 Februari 2024 melalui penawaran umum perdana saham. Dalam IPO tersebut, perseroan menawarkan saham dengan harga pelaksanaan Rp278 per saham dan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp62,55 miliar.
Model bisnis BAIK dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian:
Restoran milik sendiri dan jaringan gerai.
Kemitraan rumah makan.
Distribusi bahan pangan dan food supply.
Kombinasi tersebut membuat BAIK tidak hanya berperan sebagai operator restoran, tetapi juga sebagai pemasok bahan baku bagi mitra dan pelanggan usaha makanan.
Kinerja Keuangan 2026
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, pendapatan BAIK mencapai sekitar Rp111,6 miliar, meningkat 6,69% dibandingkan Rp104,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Strategi Bisnis BAIK
1. Memperkuat distribusi nasional
BAIK berencana memperluas jaringan distribusi ke wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan. Strategi ini ditujukan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia rantai pasok makanan yang terintegrasi.
Distribusi dapat menjadi sumber pertumbuhan baru karena perseroan tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan langsung di restoran, tetapi juga dari transaksi bahan baku dengan mitra, pelanggan usaha, dan pelaku HORECA.
2. Memperluas tim penjualan
Perseroan menyiapkan penguatan tim sales dan canvassing untuk menjangkau segmen pelanggan baru. Langkah ini penting bagi bisnis distribusi karena peningkatan kapasitas gudang atau pemasok harus diikuti dengan pertumbuhan pelanggan.
Fokus penjualan BAIK mencakup:
Menambah pelanggan usaha makanan.
Mempertahankan pelanggan eksisting.
Memperluas penetrasi ke pasar HORECA.
Meningkatkan kualitas layanan dan hubungan pelanggan.
3. Diversifikasi produk
BAIK juga mendorong pengembangan produk dan inovasi bisnis. Diversifikasi dapat mencakup menu restoran, produk makanan beku, bahan pangan, hingga format kemitraan.
Strategi ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada satu merek atau satu jenis pendapatan. Namun, produk baru tetap perlu diuji berdasarkan margin, tingkat permintaan, umur simpan, dan efisiensi distribusinya.
4. Meningkatkan efisiensi operasional
Dengan marjin laba bersih sekitar 2% pada semester I 2026, efisiensi menjadi faktor penting. Sedikit kenaikan harga bahan baku atau biaya operasional dapat berdampak besar terhadap laba.
Langkah yang disiapkan perseroan mencakup optimalisasi proses bisnis, penguatan sistem pengendalian internal, dan perbaikan tata kelola perusahaan.
Beberapa indikator efisiensi yang perlu diperhatikan investor antara lain:
Pertumbuhan laba bruto dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
Biaya operasional terhadap penjualan.
Produktivitas setiap gerai.
Perputaran persediaan.
Arus kas dari aktivitas operasi.
5. Mengembangkan gerai dan kemitraan
Pada bisnis restoran, pertumbuhan jumlah gerai dan kemitraan dapat memperbesar skala usaha. BAIK juga menyiapkan peningkatan kinerja outlet, inovasi menu, penguatan pemasaran, serta pengembangan jaringan mitra.
Akan tetapi, ekspansi gerai harus dilakukan secara selektif. Gerai baru sebaiknya dinilai berdasarkan waktu balik modal, tingkat penjualan, biaya sewa, biaya tenaga kerja, serta kontribusi terhadap laba.
Pergerakan Saham
| (Foto Saham BAIK dari Google Finansial) |
Prospek dan Hal yang Perlu Dipantau
Prospek BAIK bergantung pada kemampuan perseroan mengubah pertumbuhan penjualan menjadi pertumbuhan laba.
Beberapa katalis yang dapat mendukung kinerja BAIK adalah:
Perluasan distribusi bahan pangan.
Pertumbuhan pelanggan HORECA.
Peningkatan produktivitas outlet.
Pertumbuhan bisnis kemitraan.
Pengembangan makanan beku dan produk baru.
Penurunan biaya bahan baku dan operasional.
Sebaliknya, risiko yang perlu diwaspadai meliputi persaingan restoran yang ketat, kenaikan harga ayam dan bahan pangan, rendahnya marjin, ketergantungan pada daya beli masyarakat, serta volatilitas perdagangan saham.
BAIK juga tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Sebagian besar laba dialokasikan untuk cadangan umum dan sisanya dicatat sebagai laba yang belum ditentukan penggunaannya. Kebijakan ini menunjukkan bahwa perseroan memilih mempertahankan dana untuk memperkuat permodalan dan pengembangan usaha.
Penutup
Profil saham BAIK 2026 memperlihatkan perusahaan kuliner dan distribusi pangan yang sedang berusaha naik kelas dari operator restoran menjadi penyedia rantai pasok terintegrasi. Perseroan memiliki peluang pertumbuhan melalui Ayam Goreng Nelongso, Geprek Kak Rose, kemitraan, serta distribusi bahan pangan.

